Lingkaranberita.com, PENAJAM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak krisis air bersih, sekaligus menyiagakan personil secara penuh untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah PPU.
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengungkapkan program bantuan air bersih ini telah berjalan rutin sejak bulan Agustus lalu. Langkah penanganan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat serta berbagai fasilitas umum yang tersebar di wilayah terdampak.
“Total air bersih yang telah berhasil kami distribusikan kepada warga sejauh ini sudah mencapai 1.008.200 liter, yang disalurkan melalui 198 kali pengiriman atau trip armada tangki,” ujar Nurlaila, Senin (28/9/2026).
Nurlaila menjelaskan, mekanisme pendistribusian air dilakukan secara bervariasi disesuaikan dengan kondisi pemukiman dan akses lokasi setempat. Di beberapa area padat penduduk, air dialirkan langsung ke drum-drum penampungan milik warga yang ditaruh di depan rumah, pinggir jalan, maupun titik kumpul yang telah disepakati bersama.
“Teknis penampungan ini diterapkan untuk mengefisiensikan penyaluran air mengingat keterbatasan jangkauan selang armada jika harus dihampar hingga ke pemukiman bagian belakang,” jelas dia.
Selain fokus pada penanganan pasokan air bersih, BPBD PPU bersama tim gabungan lintas instansi juga bergerak sigap dalam memantau dan memadamkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Nurlaila menegaskan pentingnya pergerakan tim secara cepat saat mendeteksi adanya kemunculan api agar penanganan dapat dilakukan secara maksimal.
“Penanganannya kami lakukan dengan prinsip respon cepat. Tim tidak menunggu api mendekati area pemukiman baru bertindak. Begitu muncul titik hotspot atau ada laporan awal kebakaran dari warga, tim gabungan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” terang Nurlaila.
Langkah responsif ini diambil untuk mencegah meluasnya kobaran api dan menghindari bertambahnya titik api baru yang dapat memicu kepulan asap serta menyulitkan proses pemadaman di lapangan. (adv)