Lingkaranberita.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperjuangkan agar alokasi pembangunan Sekolah Nusantara Terpadu (SNT) senilai Rp250 miliar dapat segera direalisasikan mulai November mendatang. Kendati sempat terancam diundur hingga bulan Maret atau April tahun depan akibat kendala administrasi sertifikasi lahan, Pemkab PPU optimistis proyek pendidikan prioritas ini tetap dapat diakomodasi dalam penetapan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Muhtar, mengonfirmasi hambatan kelengkapan dokumen pertanahan yang sebelumnya sempat memperlambat proses pengusulan kini telah berhasil diselesaikan secara menyeluruh.
“SNT sebenarnya aman. Hanya saja kemarin kita sempat terkendala pada sertifikasi lahan yang agak terlambat. Namun, saat jadwal penetapan sempat digeser, sertifikat kita justru sudah resmi keluar. KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) juga sudah beres, dan penyusunan dokumen UKL-UPL insyaallah Kamis ini selesai semua. Pada dasarnya kita hanya terlambat beberapa hari saja dari tenggat awal,” jelas Muhtar, Senin (28/9/2026).
Guna merespons perkembangan positif tersebut, Bupati PPU telah mengirimkan surat permohonan resmi kepada pihak Kemendikdasmen melalui tim koordinasi SNT di tingkat pusat. Langkah diplomasi ini diambil agar lokasi Penajam Paser Utara dapat dipertimbangkan kembali untuk masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahap pertama pada bulan November.
Saat ini, tercatat ada sekitar 17 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang telah dinyatakan siap bangun, di mana penetapan resminya tinggal menunggu penandatanganan Surat Keputusan (SK) oleh Menteri. Pemkab PPU berharap besar daerahnya bisa segera disisipkan ke dalam kelompok wilayah yang siap dieksekusi tersebut.
Proyek megah senilai Rp250 miliar ini dirancang untuk menjadi kawasan pendidikan terpadu berstandar modern. Muhtar membeberkan bahwa keseluruhan anggaran fantastis tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun fasilitas fisik secara menyeluruh, mulai dari Ruang Kelas Baru (RKB), gedung ruang guru, laboratorium pembelajaran terpadu.
“Hingga berbagai sarana olahraga lengkap. Sekolah terpadu ini ditargetkan memiliki kapasitas tampung yang sangat besar, yakni mencapai sekitar 5.000 siswa,” pungkasnya. (adv)