Lingkaranberita.com, PENAJAM – Memasuki musim penghujan, angin segar dan semangat baru dihembuskan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bagi para petani lokal. Tak lagi puas hanya memanen hasil bumi dua kali dalam setahun, Pemerintah Kabupaten PPU kini melancarkan akselerasi besar-besaran demi merealisasikan target tiga kali masa tanam padi dalam kurun waktu satu tahun.
Langkah berani ini diambil bukan tanpa alasan yang matang. Kepala Dinas Pertanian PPU, Rozihan Azward, menegaskan bahwa percepatan ini menjadi kunci utama untuk memperkuat benteng ketahanan pangan daerah, sekaligus memperbesar suplai beras produksi lokal agar tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Pola tanam dengan dua kali panen sejauh ini sudah berhasil direalisasikan dengan baik oleh para petani kita. Sekarang, fokus utama kita adalah melangkah lebih jauh, yaitu mengakselerasi masuknya masa tanam periode ketiga secara efektif,” terang Rozihan, pada Rabu (7/10/2026).
Momentum bulan Oktober dipilah secara cermat dan strategis. Datangnya curah hujan tinggi dimanfaatkan sebagai waktu emas agar pasokan air ke irigasi serta sawah-sawah warga dapat mengalir melimpah. Rozihan meyakini penuh bahwa target penanaman periode Oktober ini akan berjalan mulus tanpa hambatan berarti, selaras dengan peta jalan yang sudah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Tak tanggung-tanggung, untuk tahap awal pada Oktober ini, area persawahan seluas 3.654 hektar yang membentang di seluruh penjuru Kabupaten PPU telah disiapkan dan siap ditanami secara serentak,
Gebrakan sektor pertanian ini dipastikan terus berlanjut hingga penghujung tahun. Memasuki rentang bulan November hingga Desember, Dinas Pertanian PPU menatap target yang jauh lebih ambisius, yakni memetakan dan menambah garapan lahan tanam baru hingga mencapai luas 5.000 hektar.
“Kami ingin memastikan setiap jengkal lahan potensial dapat tergarap dengan maksimal. Pada akhirnya, seluruh rangkaian percepatan ini bermuara pada satu cita-cita utama: meningkatkan kesejahteraan dan menguatkan roda perekonomian para petani lokal kita,” tutup Rozihan. (adv/dir)