Lingkaranberita.com, PENAJAM – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) siap memulai pengerjaan fisik proyek strategis Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kepastian ini didapat setelah seluruh proses lelang dinyatakan rampung dan berlanjut ke tahap penandatanganan kontrak kerja antara KKP dengan pihak pemenang tender.
Dalam proyek ini, KKP menetapkan dua lokasi pembangunan di Kecamatan Penajam, yaitu Kelurahan Nenang dan Kelurahan Tanjung Tengah. Kepala Dinas Perikanan PPU, Andi Trasodiharto menjelaskan bahwa seluruh pembiayaan dan pengerjaan fisik ditangani penuh oleh pemerintah pusat melalui KKP. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU berkewajiban menyiapkan dan membebaskan lahan hibah masing-masing seluas 5.000 meter persegi di kedua titik tersebut.
“PPU mendapat dua titik pembangunan KNMP, yaitu di Kelurahan Nenang dan Tanjung Tengah. Saat ini prosesnya sudah masuk tahap penandatanganan kontrak, sehingga kami di daerah tinggal menunggu pelaksanaan pengerjaan fisiknya dalam waktu dekat,” katanya, Jumat (25/9/2026).
Guna merealisasikan infrastruktur tersebut, KKP mengucurkan total anggaran sebesar Rp14 miliar dari APBN. Secara rinci, alokasi dana untuk pembangunan KNMP di Kelurahan Nenang dialokasikan sebesar Rp6 miliar, sedangkan Kelurahan Tanjung Tengah mendapat porsi sebesar Rp8 miliar.
Dalam skema pengembangannya, KKP memplot Kelurahan Nenang sebagai kawasan inti kampung nelayan. Sementara itu, Kelurahan Tanjung Tengah akan difungsikan sebagai kawasan penyangga untuk mendukung aktivitas perikanan kawasan.
Sejumlah fasilitas penunjang modern akan dibangun di kedua wilayah tersebut. Di antaranya mencakup jaringan penerangan jalan, perbaikan jalan lingkungan, tempat tambatan kapal yang memadai, fasilitas gudang pendingin, sarana instalasi air bersih, hingga pabrik es batu untuk menjaga kesegaran ikan.
Namun, untuk pembangunan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) atau SPBU khusus nelayan, pemerintah pusat memutuskan untuk menundanya secara nasional. “Pembangunan SPDN memang ditunda oleh pusat. Meski begitu, struktur pondasinya tetap kami siapkan. Ini sekaligus membuka peluang investasi bagi masyarakat lokal atau pihak swasta yang berminat membangun SPDN di kawasan tersebut,” jelasnya.
Andi Traso optimistis keberadaan dua titik KNMP di Bumi Benuo Taka ini akan membawa dampak signifikan bagi peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Kawasan ini nantinya disiapkan menjadi pusat untuk pelelangan ikan terpadu. “Sehingga distribusi dan harga jual hasil tangkapan nelayan dapat lebih terkoordinasi dengan baik,” tutupnya.(adv)