Lingkaranberita.com, PENAJAM – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membuktikan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kesehatan para peserta didik. Menanggapi lonjakan polusi kabut asap yang menyelimuti kawasan Kecamatan Sepaku, pihak dinas bergerak cepat dengan memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Upaya responsif ini diambil guna memastikan hak belajar anak-anak tetap terpenuhi tanpa harus mempertaruhkan kondisi fisik mereka. Plt Kepala Disdikpora PPU, Muchtar, mengonfirmasi bahwa penanganan darurat ini resmi diperkuat melalui surat edaran yang ditujukan ke seluruh satuan pendidikan di wilayah Sepaku. Langkah ini murni merupakan upaya antisipasi pencegahan penyakit saluran pernapasan (ISPA) yang berpotensi meluas akibat paparan asap tebal.
“Khusus wilayah Sepaku sudah saya keluarkan surat edaran untuk PJJ. Pelaksanaan ini sampai udara dinyatakan sehat,” ujar Muchtar saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026).
Keputusan krusial ini mengacu pada data riil dashboard pemantauan kualitas udara. Kondisi atmosfer di Sepaku menunjukkan tren pemburukan yang sangat cepat. Indeks Kualitas Udara (AQI) tercatat di angka 190 atau masuk kategori Tidak Sehat. Tak berselang lama, melonjak menjadi 206 dan puncaknya menembus angka AQI 211, yang secara eksplisit masuk dalam zona Sangat Tidak Sehat.
Langkah preventif Disdikpora PPU ini juga sejalan dengan arahan kebijakan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Pemerintah daerah memberikan wewenang penuh bagi sektor pendidikan untuk mengalihkan proses belajar mengajar ke rumah jika kondisi lingkungan sudah membahayakan keselamatan jiwa.
“Tetapi PJJ ini hanya khusus di Kecamatan Sepaku karena keadaan udaranya berdasarkan hasil dari pantauan dinas terkait masuk dalam kategori sangat tidak sehat,” tegas Muchtar.
Melalui kebijakan yang bersifat dinamis ini, Disdikpora PPU turut mengimbau jajaran kepala sekolah, guru, serta orang tua murid untuk bersinergi melakukan pengawasan.
Anak-anak diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan agar paparan kabut asap ini tidak mengganggu kesehatan mereka. PJJ akan terus berlangsung sampai kualitas udara kembali stabil dan aman bagi aktivitas persekolahan. “Kabut asap ini diduga ang merupakan kiriman dari wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan,” tutupnya.(adv)