Lingkaranberita.com, PENAJAM – Semangat memajukan ekonomi kreatif tak pernah surut di Tanah Benuo Taka. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) siap menggelar kembali agenda tahunan yang paling ditunggu warga, PPU Fest 2026, pada 18-19 September 2026 mendatang di Taman Alun-Alun Penyembolum Penajam.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, festival kali ini mengusung napas baru yang jauh lebih hangat, meriah, dan inklusif. Di tengah penyesuaian anggaran daerah, PPU Fest 2026 justru mengambil langkah berani, bertransformasi penuh menjadi pesta rakyat nyata, dari masyarakat dan untuk masyarakat.
Tanpa ketergantungan pada penampil papan atas dari luar daerah, panggung utama tahun ini sepenuhnya diserahkan kepada para seniman, musisi, dan pegiat seni lokal PPU untuk menunjukkan bakat terbaik mereka.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dan Ekraf Disbudpar Kabupaten PPU, Yunias Yudhistira Arlianta, menegaskan bahwa penyesuaian fiskal justru menjadi momentum emas untuk membuktikan kualitas potensi daerah. Dengan alokasi anggaran sekitar Rp200 juta, seluruh daya difokuskan secara optimal untuk memberdayakan dan memperkuat ekosistem kreatif lokal.
“Karena kondisi fiskal saat ini, kami tidak memaksakan diri membuat acara yang megah. Konsepnya dari masyarakat untuk masyarakat, semacam pesta rakyat,” ucapnya, Rabu (16/9/2026).
Pengisi acara semuanya dari PPU, kami tidak mendatangkan artis ibu kota. Selain hiburan musik dan tari, kami juga menyediakan tenant untuk kriya, fesyen, serta ragam produk UMKM kreatif lainnya,” ujar Yunias.
Bergandengan tangan dengan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) PPU, festival ini menghadirkan pengalaman berbelanja dan hiburan yang otentik. Para pengunjung tak hanya dimanjakan oleh alunan musik dan indahnya tarian daerah, tetapi juga dapat berburu produk kriya unik, menyaksikan parade fesyen lokal, hingga menikmati ragam olahan kuliner khas UMKM Benuo Taka.
“Pengisi acara semuanya dari PPU, kami tidak mendatangkan artis ibu kota. Selain hiburan musik dan tari, kami juga menyediakan tenant untuk kriya, fesyen, serta ragam produk UMKM kreatif lainnya,” ujar Yunias.
PPU Fest 2026 menjadi bukti nyata bahwa efisiensi bukanlah penghalang untuk berkarya. Lebih dari sekadar ajang hiburan, gelaran ini adalah wadah apresiasi, pendorong roda perekonomian warga, serta ruang bagi talenta daerah untuk bersinar. “Ayo sama-sama ramaikan PPU Fest 2026 di Taman Alun-Alun Penajam. Mari bantu dan support produk lokal PPU,” tandasnya.(adv)