Lingkaranberita.com, BALIKPAPAN – Siapa sangka, limbah sabut kelapa yang kerap dipandang sebelah mata kini mampu mengharumkan nama Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di kancah internasional. Tangan dingin para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sukses menyulap limbah organik tersebut menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi yang berhasil memikat pasar di Taiwan.
Potret sukses pengolahan limbah ini dipelopori oleh Rusni, seorang perajin kreatif asal PPU. Melalui sentuhan inovasi dan ketelitian tinggi, ia berhasil mengubah sabut kelapa menjadi deretan produk kerajinan bernilai ekonomi.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk kerajinan lokal PPU memiliki kualitas unggul yang sanggup memenuhi standar ketat di tingkat dunia. Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindagkop) Kabupaten PPU, Marlina, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian luar biasa tersebut.
“Usaha pengolahan sabut kelapa milik Bu Rusni sudah mampu bersaing di skala internasional. Ekspor ke Taiwan sudah berjalan, dan ini menjadi pemicu motivasi bagi pelaku UMKM PPU lainnya untuk terus meningkatkan kualitas,” ucap Marlina saat gelaran Mahligai Nusantara di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Kota Balikpapan, Sabtu (12/9/2026).
Pemerintah Kabupaten PPU melalui Dinas KUKM Perindagkop terus berkomitmen memacu daya saing UMKM daerah agar tidak sekadar berfokus pada pasar lokal, tetapi juga siap berorientasi ekspor. Saat ini, tercatat ada sekitar 40 kelompok UMKM PPU yang masuk dalam komunitas pembinaan khusus serta menjalani kurasi ekspor-impor secara intensif.
“Olahan sabut kepala ini seperti keset, tas, hingga sandal ramah lingkungan. Produk-produk unik ini tak hanya diminati konsumen domestik, tetapi juga telah rutin dikirim ke luar negeri seperti Taiwan,” jelas dia.
Selain kerajinan sabut kelapa, potensi pasar internasional juga terbuka lebar bagi komoditas unggulan lain, seperti batik khas PPU. Dengan optimalisasi promosi digital dan pemanfaatan saluran pemasaran modern, Dinas KUKM Perindagkop PPU optimistis ribuan UMKM terdaftar di PPU mampu menembus pasar mancanegara yang lebih luas. “Semoga ke depannya produk-produk UMKM di Kabupaten PPU semakin naik kelas dan berkembang pesat,” pungkas Marlina.(adv)