Lingkaranberita.com, PENAJAM – Pembinaan olahraga berprestasi tidak bisa lahir secara instan, melainkan dari fondasi berkelanjutan yang dibangun sejak dini. Komitmen inilah yang ditegaskan Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, saat menghadiri pelantikan jajaran pengurus Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten PPU periode 2026 -2030 di Aula Lantai I Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten (Setkab) PPU, Sabtu (12/9/2026) malam.
Di hadapan kepengurusan baru yang menunjuk Muhtar sebagai Ketua PBSI PPU bersama 31 anggota pengurus lainnya, Mudyat menekankan pentingnya penguatan regenerasi atlet di Tanah Benuo Taka. Pelantikan yang dipimpin langsung Sekretaris Umum PBSI Kaltim, Riza Fahrizal, serta disaksikan jajaran Forkopimda dan pengurus KOK PPU ini diharapkan membawa energi baru bagi cabang olahraga bulu tangkis daerah.
Sebagai orang nomor satu di PPU yang juga dipercaya menjabat sebagai Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Timur, Mudyat mengingatkan agar momentum pergantian pengurus tidak berhenti sebagai seremoni semata. Ada tanggung jawab besar untuk membawa nama daerah bersaing di level yang lebih tinggi.
“Pelantikan ini menjadi awal komitmen untuk membangun organisasi yang solid serta meningkatkan pembinaan atlet secara berkelanjutan, khususnya pada usia dini,” kata Mudyat.
Menurutnya, masa depan prestasi olahraga sangat bergantung pada seberapa awal bibit-bibit muda ditemukan dan dibina. Pengurus PBSI PPU periode baru diharapkan segera merancang program kerja strategis yang menyasar anak-anak sekolah dan klub-klub lokal. Strategi ini mencakup penguatan kurikulum latihan, sertifikasi pelatih, hingga penyediaan kalender kejuaraan rutin bagi kelompok umur.
Pemerintah Kabupaten PPU berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap tata kelola organisasi yang transparan dan profesional. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, PBSI PPU, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami selalu siap mendukung dan mari bersama-sama agar lapangan-lapangan bulu tangkis di Penajam Paser Utara melahirkan generasi baru pencetak prestasi. Pembinaan atlet usia dini adalah fondasi yang kuta untuk masa depan olahraga di daerah kita,” terang Mudyat.(adv)