Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Pasca-musibah kebakaran yang melanda kawasan pemukiman serta berdampak pada SDN 002 Tenggarong di Jalan Kartini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat mengambil serangkaian langkah penanganan darurat.
Opsi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) disiagakan untuk menjaga keselamatan siswa, sementara posko pelayanan pengaduan ijazah resmi dibuka bagi warga yang dokumen pendidikannya hangus terbakar.
Rangkaian penanganan terpadu ini dihadirkan guna memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi sekaligus memberikan jaminan administrasi serta kelonggaran bagi warga dan tenaga pendidik yang terdampak musibah.
Kehilangan dokumen krusial seperti ijazah kerap menjadi kecemasan utama masyarakat saat bencana melahap permukiman.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Disdikbud Kukar mendirikan posko pengaduan yang bertugas mendata dan memproses penerbitan surat keterangan pengganti atau dokumen resmi bagi para korban.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengonfirmasi bahwa masyarakat terdampak kini sudah dapat mengakses layanan pengaduan tersebut untuk penanganan lebih lanjut.
“Kita buka pos terkait dengan pengaduan untuk masyarakat yang ijazahnya terbakar,” ujar Heriansyah, Jumat (16/10/2026) sore.
Mengenai kelangsungan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bagi para murid pasca-insiden, Disdikbud Kukar memastikan proses pembelajaran akan kembali bergulir mulai awal pekan ini.
Meski demikian, pihak dinas tidak memaksakan pembelajaran tatap muka apabila situasi lingkungan sekitar sekolah belum memungkinkan.
Heriansyah menjelaskan bahwa kesehatan dan keselamatan fisik siswa serta guru menjadi prioritas utama.
Jika sisa-sisa sisa asap kebakaran masih pekat dan dinilai berpotensi mengganggu pernapasan, sekolah diarahkan untuk mengalihkan proses belajar mengajar ke metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
“Senin ini sudah berjalan mereka, walaupun metodenya mungkin lihat lagi situasi dan kondisi. Kalau misalnya kondisi kita masih, asap masih cukup berbahaya, kita lakukan PJJ,” ungkap Heriansyah mendetail.
Tidak berhenti pada siswa dan dokumen masyarakat, Disdikbud Kukar juga menerapkan langkah humanis terhadap para guru di lingkungan SDN 002 Tenggarong yang turut menjadi korban kebakaran.
Pemerintah memberikan fleksibilitas atau kelonggaran absensi agar para guru yang rumahnya terdampak dapat mencurahkan waktu untuk pemulihan, perbaikan kediaman, serta penataan barang-barang mereka tanpa harus dibayangi beban keharusan hadir secara fisik di pos absensi harian.
“Kita berikan kelonggaran bagi guru yang terdampak itu untuk absen, di tempat posisi yang mereka sedang melakukan perbaikan di situ,” terang Heriansyah.
Di balik dampak musibah tersebut, terdapat kabar yang cukup melegakan terkait sarana prasarana (sarpras) pembelajaran.
Hasil pemeriksaan tim di lokasi menunjukkan bahwa perangkat penting sekolah, khususnya komputer, berhasil selamat dari jilatan api. Begitu pula dengan fasilitas bangku dan kursi belajar yang mayoritas masih layak pakai.
“Kemarin enggak ada sih alat komputer yang terbakar itu enggak ada. Yang kursinya juga masih bisa kita gunakan. Alhamdulillah,” tuturnya lega.
Kendati aset teknologi dan mebel dapat diselamatkan, kerusakan pada struktur bangunan sekolah maupun area terdampak memerlukan penanganan rehabilitasi berskala besar.
Disdikbud Kukar memperkirakan kebutuhan anggaran untuk merehabilitasi fisik bangunan kembali ke kondisi semula mencapai sekitar Rp2 miliar.(adv/dir)