Lingkaranberita.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanian terus bergerak cepat memitigasi dampak musim kemarau yang mulai melanda kawasan pertanian warga. Langkah taktis dan responsif disiapkan demi menjaga stabilitas hasil panen serta memastikan para petani lokal tetap bisa berproduksi secara optimal meski di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten PPU, Rozihan Azward, mengungkapkan sektor tanaman pangan dan hortikultura di beberapa titik wilayah memang terdampak fenomena kekeringan.
Berdasarkan pendataan awal oleh tim teknis di lapangan, estimasi lahan tanaman padi yang mengalami puso atau gagal panen diperkirakan mencapai kurang lebih 46,5 hektar. Lahan-lahan tersebut tersebar di tiga desa utama, yakni kawasan Kecamatan Waru, Sasulu, serta Babulu, termasuk Desa Babulu Darat.
“Mayoritas kawasan sentra tanaman pangan kita memang terpusat di wilayah Babulu dan sebagian Waru. Namun, secara keseluruhan tingkat kegagalannya tergolong masih relatif terkendali dan tidak sampai berdampak secara signifikan terhadap total angka produksi daerah,” ujar Rozihan, Kamis (24/9/2026).
Rozihan menegaskan, status puso tidak ditetapkan secara sepihak. Pemerintah daerah menerapkan prosedur penanganan yang ketat di mana penetapan kegagalan panen wajib diperkuat dengan Berita Acara resmi. Penilaian validasi ini melibatkan tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang meninjau langsung kondisi riil di petakan sawah.
Sementara itu, untuk sektor tanaman hortikultura seperti cabai dan semangka, Dinas Pertanian PPU menyiapkan strategi penanganan yang berbeda dibanding tanaman padi. Karena karakteristik tanaman hortikultura tidak membutuhkan genangan air yang masif seperti padi, Distan PPU berkolaborasi langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan suplai air secara berkala.
“Untuk hortikultura, kita minta petani menyiapkan wadah penampungan seperti tandon atau kolam terpal. Begitu penampungan siap, air langsung diantar dan disuplai sesuai volume kebutuhan petani. Ini jadi solusi efektif menjaga tanaman tetap tumbuh subur,” jelas Rozihan.
Melalui sinergi erat antarinstansi dan respon cepat di lapangan, Dinas Pertanian PPU berkomitmen untuk terus mendampingi petani, meminimalkan potensi kerugian, serta memastikan kedaulatan pangan di Kabupaten Penajam Paser Utara tetap terjaga dengan baik.(adv)