Lingkaranberita.com, Penajam — Di tengah keterbatasan anggaran, secercah harapan muncul dari semangat kolaborasi. Usulan pembentukan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menguat, bukan hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga dari akar rumput—komunitas keagamaan lintas latar yang menyatakan siap turun tangan.
Langkah ini dipelopori oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, yang melihat kebutuhan akan fasilitas pelatihan kerja lokal sebagai kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya permintaan pasar tenaga kerja.
“Mereka tidak sekadar mendukung. Mereka datang menawarkan lokasi, bangunan, bahkan komitmen. Yang jadi kendala hanya satu: peralatan,” ungkap Kepala Disnakertrans PPU, Marjani, Senin (5/5/2025).
Dana Minim, Semangat Maksimal
Namun, tantangan teknis membayangi. Sistem pembayaran langsung (LS) dalam manajemen keuangan daerah mewajibkan penyedia pelatihan memiliki alat sendiri sebelum bisa menerima pembayaran. Skema ini memberatkan komunitas yang tidak memiliki modal awal.
“Komunitas tidak bisa sewa alat. Mereka harus punya dulu, baru bisa dibayar pemerintah. Ini jadi ganjalan utama,” tambah Marjani.
Meski begitu, partisipasi masyarakat sipil ini dianggap sebagai titik balik penting. Masyarakat tidak lagi menunggu program pemerintah jatuh dari langit. Mereka bergerak, menawarkan sumber daya yang dimiliki, dan membuktikan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah urusan bersama.
Arah Baru Pendidikan Keterampilan
Saat ini, seluruh pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja di PPU masih harus bermitra dengan lembaga eksternal yang memiliki akreditasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Absennya BLK di PPU membuat proses jadi lebih mahal dan kurang fleksibel.
“Kalau kita punya BLK sendiri, kita bisa desain pelatihan sesuai kebutuhan lokal, jalankan secara berkelanjutan, dan tak harus tunggu lembaga luar,” kata Marjani.
Langkah Bersama Menuju Kemandirian
Kini, Disnakertrans tengah mengintensifkan upaya lobi ke DPRD dan pemerintah kabupaten agar usulan BLK masuk prioritas pembangunan. Dengan dukungan komunitas dan tekad dari pemerintah, impian menghadirkan pusat pelatihan kerja milik sendiri semakin mungkin diwujudkan.
“Ini bukan sekadar proyek fisik. Ini investasi untuk masa depan tenaga kerja lokal. Semoga ini jadi awal dari gerakan besar: dari rakyat, untuk rakyat,” pungkas Marjani.(adv/kominfoppu)