• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Sekolah Sudah Gratis, Tapi Masih Banyak yang Putus: Tohirun Soroti Krisis Semangat Belajar Generasi Muda

05/05/2025
in DPRD PENAJAM
0

Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Tohirun. (Ist)

537
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, Penajam – Meski program pendidikan gratis telah digulirkan pemerintah daerah, fakta di lapangan masih menunjukkan adanya anak-anak yang memilih berhenti sekolah. Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Tohirun, menilai fenomena ini bukan lagi soal ekonomi, tetapi krisis semangat dan motivasi dari kalangan pelajar sendiri.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

Dalam keterangannya kepada media di Kantor DPRD PPU, Senin (5/5/2025), Tohirun menegaskan bahwa hambatan utama dunia pendidikan saat ini justru terletak pada mental dan pola pikir generasi muda.

“Biaya sekolah sudah bukan alasan lagi. Pemerintah sudah membebaskan biaya pendidikan. Yang menjadi masalah sekarang adalah kemauan anak-anak itu sendiri,” ujar Tohirun.

Gengsi dan Gaya Hidup Hambat Pendidikan

Ia menyayangkan kecenderungan anak-anak masa kini yang menurutnya lebih mementingkan kenyamanan daripada proses belajar. Bahkan, banyak di antara mereka yang rela putus sekolah hanya karena tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Dulu kami berjalan kaki beberapa kilometer untuk menuntut ilmu, tapi sekarang, anak jalan 500 meter saja sudah mengeluh. Banyak yang gengsi sekolah karena tidak punya motor,” tambahnya.

Orang Tua dan Sekolah Harus Bergerak

Tohirun menyerukan peran aktif orang tua dan tenaga pendidik dalam membangkitkan semangat belajar anak-anak. Ia percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat dan komunikasi yang intens, minat belajar bisa ditumbuhkan kembali.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Orang tua dan guru harus menjadi pendorong utama agar anak-anak memahami pentingnya pendidikan untuk masa depan mereka,” tegasnya.

Jangan Biarkan Anak Menyerah Sebelum Berjuang

Tohirun menutup dengan pesan mendalam: pendidikan bukan sekadar soal nilai akademik, tapi tentang membangun karakter, daya juang, dan arah hidup. Ia berharap tak ada lagi anak PPU yang harus kehilangan masa depan hanya karena kehilangan semangat.

“Kalau sekolah sudah gratis tapi masih ada yang putus, itu artinya kita harus kerja lebih keras untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi mereka,” pungkasnya.(adv/DPRD PPU)

SendShare32
Next Post

Toko Modern Menjamur, DPRD PPU: Daerah Cuma Jadi Penonton?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.