Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Pencabutan kebijakan moratorium oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi angin segar bagi percepatan program pemenuhan gizi masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Berkat keputusan tersebut, sebanyak 72 unit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selesai dibangun di wilayah Kukar dipastikan segera beroperasi dalam waktu dekat.
Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono.
Ia mengungkapkan, komitmen pembukaan operasional puluhan dapur umum gizi tersebut ditegaskan oleh Kepala BGN dalam pertemuan secara virtual bersama jajaran pemerintah daerah.
Dari total 72 dapur SPPG yang telah siap berdiri, sebarannya mencakup berbagai kawasan strategis hingga wilayah tersulit di Kukar:
17 Unit SPPG berlokasi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang membutuhkan perhatian khusus terkait keterjangkauan akses.
53 Unit SPPG tersebar di kawasan pemukiman penduduk lainnya di wilayah Kukar.
Sebagai langkah awal, pembukaan operasional SPPG di kawasan 3T bahkan sudah ditandai secara seremonial di Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana.
Meskipun secara fisik seluruh fasilitas bangunan dapur telah rampung 100 persen, Sekda Kukar menegaskan bahwa pengoperasian fasilitas tidak dilakukan secara asal atau sekaligus tanpa kontrol.
BGN menetapkan skema kelayakan yang ketat guna menjamin standar kualitas pelayanan gizi.
Dapur SPPG baru diizinkan beroperasi jika telah memenuhi tiga kriteria utama:
-Konstruksi Selesai: Bangunan fisik dapur telah tuntas sepenuhnya.
-Lolos Verifikasi: Telah melalui uji kelayakan dan verifikasi lapangan dari tim berwenang.
-Terdata Resmi: Terdaftar serta terverifikasi di dalam portal resmi sistem informasi Badan Gizi Nasional.
“Komitmen dari Kepala BGN kemarin ketika Zoom dengan kami semua itu disampaikan, insyaallah semua dapur SPPG yang sudah terbangun di Kukar, yang jumlahnya sekitar 70-an, semuanya akan dioperasikan,” tegas Sunggono, Jumat (16/10/2026).
“Namun, yang akan dioperasikan atau diizinkan untuk dibuka adalah yang sudah terbangun selama ini, sudah selesai, sudah terverifikasi, dan sudah termasuk dalam portal dari BGN,” imbuhnya.
Keberadaan puluhan dapur SPPG ini diharapkan menjadi solusi konkret atas tantangan geografi Kukar yang amat luas.
Dengan hadirnya sentra pelayanan gizi hingga ke pelosok desa, intervensi pemenuhan gizi anak dan masyarakat dapat terjangkau secara merata dan berkelanjutan.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kukar terus merapatkan barisan bersama BGN untuk menuntaskan tahap administratif dan verifikasi portal, sembari menunggu pengumuman tanggal pasti peluncuran operasional secara serentak.(adv/dir)