Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Tingginya animo warga Kutai Kartanegara (Kukar) memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) membuat pasokan logistik medis di lapangan menipis.
Menyikapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar bergerak cepat mengajukan penambahan anggaran untuk pengadaan reagen dan bahan habis pakai melalui skema APBD Perubahan tahun ini.
Langkah ini diambil demi memastikan ketersediaan bahan uji laboratorium tetap aman hingga penghujung tahun.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah, menuturkan bahwa ketersediaan reagen yang memadai menjadi syarat mutlak agar laju pemeriksaan kesehatan di tingkat akar rumput tidak terhenti di tengah jalan.
Pasalnya, evaluasi kinerja terbaru menunjukkan cakupan skrining kesehatan masyarakat Kukar telah menyentuh angka 27 persen, mendekati target tahunan sebesar 30 persen.
“Kita upayakan lagi di APBD Perubahan, kita mintakan lagi kekurangan reagen agar pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis ini tidak terkendala,” ujar Ismi, Minggu (11/10/2026).
Menurut Ismi, capaian 27 persen tersebut mencerminkan bahwa tren pelaksanaan program berjalan sesuai dengan perencanaan awal.
Namun, guna menuntaskan sisa target sebelum kalender anggaran ditutup, fasilitas kesehatan tidak boleh kehabisan amunisi pemeriksaan.
Di saat bersamaan, Dinkes Kukar juga menginstruksikan seluruh jajaran Puskesmas untuk mengubah pola pelayanan dari pasif menjadi aktif.
Para tenaga medis diminta mengalihkan fokus dengan tak hanya bersiaga di ruang periksa, melainkan menyisir pusat-pusat kegiatan masyarakat.
Strategi jemput bola ini menyasar berbagai titik strategis, mulai dari perkantoran swasta, instansi pemerintah, hingga berbagai lembaga komunitas lokal.
Pola pendekatan langsung ini dinilai efektif memangkas hambatan jarak dan waktu bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi.
“Tidak harus mereka menunggu datang ke Puskesmas. Teman-teman petugas bisa jemput bola ke kantor-kantor, ke institusi-institusi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” tegasnya.
Program CKG sendiri difungsikan sebagai benteng pencegahan penyakit melalui pemetaan kondisi kesehatan berdasarkan kelompok umur.
Lewat deteksi dini yang presisi, potensi gangguan kesehatan kronis dapat diintervensi lebih awal sebelum memburuk.
Dengan adanya suntikan pasokan reagen melalui APBD Perubahan serta gerak cepat tim medis di lapangan, Dinkes Kukar optimistis target pemeriksaan kesehatan gratis dapat rampung dan melampaui ekspektasi sebelum pergantian tahun.(adv/dir)