Lingkaranberita.com, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal melalui program One Village One Product (OVOP) dan One District One Industry. Program ini diarahkan untuk memperkuat usaha masyarakat sekaligus membuka peluang tumbuhnya industri berbasis potensi unggulan di setiap wilayah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pengembangan produk unggulan tidak hanya menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta berbagai elemen ekonomi masyarakat.
Menurutnya, setiap desa memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan. Melalui program tersebut, potensi lokal diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan mendorong kemandirian desa.
“Yang ingin kita dorong adalah bagaimana setiap desa bisa mengembangkan potensi yang dimiliki, baik melalui UMKM maupun BUMDes. Produk-produk itu nantinya kita kembangkan bersama agar bisa menjadi unggulan di wilayah masing-masing,” ujar Arianto, Sabtu (10/10/2026).
Salah satu wilayah yang mulai merespons konsep pengembangan industri di tingkat kecamatan adalah Kecamatan Kembang Janggut. Pengembangan industri tersebut nantinya diharapkan berjalan beriringan dengan pertumbuhan usaha di desa, sehingga tercipta keterkaitan antara potensi ekonomi desa dan peluang usaha di tingkat kecamatan.
Untuk merealisasikan program tersebut, DPMD Kukar mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah desa dan kecamatan, pelaku UMKM, BUMDes, koperasi hingga perusahaan. Sinergi antarpihak dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan usaha, mengembangkan produk lokal, serta memperluas peluang ekonomi masyarakat.
BUMDes dan koperasi juga diharapkan mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan kegiatan ekonomi di wilayah masing-masing. Dengan dukungan kelembagaan tersebut, potensi desa diharapkan tidak berhenti pada produksi, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Program pengembangan produk unggulan ini direncanakan menjangkau seluruh wilayah Kukar, meliputi 20 kecamatan, 193 desa, dan 44 kelurahan. Cakupan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal juga diarahkan untuk menjangkau masyarakat di wilayah kelurahan.
“Ke depan, kita akan mendorong pelaksanaannya di seluruh wilayah Kukar, mencakup 20 kecamatan, 193 desa, dan 44 kelurahan,” tutupnya.
Melalui program OVOP dan One District One Industry, Pemkab Kukar diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal, meningkatkan peran pelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada potensi masing-masing wilayah. (adv/dir*)