Lingkaranberita.com, BALIKPAPAN — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Timur memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta potensi gangguan ketahanan energi. Langkah tersebut dibahas dalam rapat Forkopimda di Aula Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Rabu (7/10/2026).
Rapat dipimpin Gubernur Kaltim dan dihadiri Irdam VI/Mulawarman selaku pejabat tertua yang mewakili Pangdam VI/Mulawarman, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, jajaran Kodam VI/Mulawarman, serta stakeholder terkait, termasuk Pertamina Patra Niaga, PLN dan BMKG Balikpapan.
Dalam forum tersebut, penguatan koordinasi diarahkan melalui konsep satu data, satu komando koordinasi, respons cepat, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
Data yang dipaparkan menunjukkan terdapat 871 titik hotspot dan lima fire spot pada Oktober. Dampak karhutla juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Tercatat 13.086 kasus ISPA dan 35.105 kasus diare.
Persoalan ketahanan energi turut menjadi perhatian. Sebanyak 36 desa di Kaltim belum teraliri listrik, sementara sistem kelistrikan menghadapi defisit sekitar 164 MW yang berpotensi memicu pemadaman bergilir.
Kodam VI/Mulawarman merekomendasikan penambahan embung dan unit pemadam, penguatan larangan pembakaran lahan, serta peningkatan akses jalan di wilayah rawan karhutla. Pemerintah daerah juga didorong menyusun rencana kontinjensi sesuai karakteristik ancaman masing-masing wilayah.
Rapat ditutup dengan penandatanganan MoU pembangunan fasilitas infrastruktur antara Pemprov Kaltim dan Kodam VI/Mulawarman. Forkopimda menegaskan komitmen menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan, serta keamanan pasokan energi selama periode kekeringan.(kdm)