Lingkaranberita.com, PENAJAM – Pembangunan dan penyiapan sarana pendidikan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dimaksimalkan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Berdasarkan perencanaan kegiatan utama, SNT yang berada di Kecamatan Babulu akan memfokuskan layanan pendidikan pada dua jenjang, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dalam penerapannya, jenjang SMP dan SMA di SNT didesain secara ideal dengan kapasitas masing-masing tiga rombongan belajar (rombel), di mana setiap rombel diestimasi menampung 32 peserta didik.
Pemenuhan alokasi sumber daya manusia juga disesuaikan dengan kebutuhan operasional sekolah formal tersebut. Rincian kebutuhan mencakup 30 orang tenaga pendidik untuk jenjang SMP, 42 guru untuk jenjang SMA, serta 30 orang staf kependidikan atau staf sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Durajat, menjelaskan bahwa skema penerimaan tenaga guru dan kependidikan di SNT dilakukan secara terbuka, kompetitif, dan transparan. Seleksi ini dibuka bagi siapa saja yang berminat serta memenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan.
“Pendaftaran dibuka secara luas, baik untuk jabatan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga tenaga pendidik dan kependidikan. Seluruh pihak yang berminat, baik dari kalangan tenaga honorer maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS), dipersilakan untuk melamar selama memenuhi syarat,” ucap Durajat, Sabtu (3/10/2026).
Durajat menambahkan, proses penyeleksian dilaksanakan oleh panitia khusus yang melibatkan berbagai pihak lintas instansi. Tim seleksi ini terdiri dari pihak SNT, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, serta Kedeputian Bidang Sosial Budaya Otorita IKN.
Mengenai asal pelamar, proses rekrutmen tidak membatasi kandidat dari wilayah lokal semata, melainkan terbuka untuk pelamar dari luar daerah seperti Balikpapan dan wilayah lainnya di Indonesia.
“Skema seleksi yang terukur ini diharapkan mampu menyaring pendidik berkualitas tinggi demi menunjang fasilitas dan proses pembelajaran berstandar unggul,” pungkas Durajat. (Adv/dir)