Lingkaranberita.com, PENAJAM – Bonus bagi para atlet yang berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Paser mendatang tidak termasuk dalam alokasi anggaran Rp5 miliar yang ada saat ini. Skema penganggaran bonus bagi seluruh atlet berprestasi tersebut akan dialokasikan secara terpisah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhtar, menjelaskan pengusulan bonus atlet nantinya direncanakan masuk dalam APBD Murni 2027. Proses pengajuannya akan menyesuaikan dengan usulan resmi serta rincian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Itu tersendiri nanti, tidak masuk di anggaran Rp5 miliar tersebut. Pengusulannya nanti di APBD Murni,” ucap Muhtar, Senin (28/9/2026).
Ia menambahkan, pihak Disdikpora belum dapat menentukan besaran nominal bonus yang akan dicairkan lantaran harus menunggu hasil perolehan medali secara pasti serta usulan nominal dari pihak KONI.
“Kita nanti lihat dari usulan KONI untuk per medali emas, perak, dan perunggu besarnya berapa. Nanti KONI yang mengusulkan. Setelah mengetahui siapa saja dan berapa jumlah perolehan medali emas, perak, maupun perunggu, baru kita bahas bersama KONI untuk kemudian diajukan ke TAPD dan Banggar DPRD,” jelasnya.
Pelaksanaan Porprov Kaltim sendiri dijadwalkan berlangsung pada bulan November. Meski pengesahan anggaran murni memiliki tenggat waktu di akhir November, pihak Disdikpora optimistis perhitungan perolehan medali dapat dilakukan dengan cepat setelah seluruh pertandingan selesai digelar.
“Pelaksanaannya kan sekitar satu pekan. Nah, seusai pertandingan itu sudah pasti, kita sudah bisa tahu atlet-atlet mana saja yang mendapat medali,” tambah Muhtar.
Namun, apabila proses rekapitulasi perolehan medali dan pengusulan anggaran tersebut tidak sempat terkejar untuk masuk di APBD Murni 2027, pemerintah daerah masih membuka opsi alternatif dengan mengusulkannya pada mekanisme APBD Perubahan mendatang. (adv)