Lingkaranberita.com, PENAJAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan ketersediaan obat-obatan untuk masyarakat PPU berada dalam kondisi aman, melimpah, dan terkendali. Meskipun dinamika ekonomi nasional seperti isu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membayangi biaya distribusi logistik kesehatan, pemerintah daerah terus bergerak cepat menjaga keandalan pasokan di seluruh lini pelayanan publik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes PPU, dr Lukasiwan Eddy Saputro, menegaskan bahwa stok obat-obatan di Instalasi Farmasi Kabupaten hingga jaringan Puskesmas di wilayah PPU dipastikan mencukupi kebutuhan medis warga sehari-hari. Pemantauan berkala terus diperketat agar potensi hambatan distribusi akibat lonjakan biaya pengiriman dari Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan principal luar daerah dapat diantisipasi sedini mungkin.
“Stok di instalasi farmasi kabupaten aman. Di puskesmas-puskesmas juga, insyaallah, laporannya sampai saat ini masih aman,” ucapnya, Kamis (17/9/2026).
Langkah preventif ini selaras dengan komitmen Pemkab PPU untuk memprioritaskan pemanfaatan obat generik bermutu tinggi sesuai dengan regulasi pemerintah. Penggunaan obat generik dipastikan menjadi standar utama medis guna menjamin terpenuhinya hak kesehatan seluruh lapisan warga tanpa terkecuali. Tidak ada batasan akses pengobatan, karena efektivitas dan kualitas obat generik di seluruh fasilitas kesehatan pemerintah telah teruji secara klinis serta aman digunakan oleh pasien.
Melalui sinergi pemantauan logistik farmasi dan komitmen pelayanan berorientasi publik, Dinkes PPU membuktikan dedikasinya dalam menjaga kedaulatan kesehatan daerah. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memanfaatkan layanan kesehatan terdekat tanpa perlu khawatir akan keterbatasan obat-obatan dasar maupun esensial.
“Dinkes PPU berjanji akan terus berada di garis terdepan untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan dapat beroperasi dengan pasokan medis yang penuh demi kesejahteraan seluruh warga Kabupaten PPU,” tutupnya.(adv)