Lingkaranberita.com, PENAJAM – Sinergi strategis diperkuat oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan demi mengatasi tantangan ganda: ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta potensi lonjakan inflasi daerah.
Kolaborasi multi-sektoral ini dipastikan berfokus pada aksi nyata, mulai dari kesiapsiagaan bencana hingga penguatan ketahanan pangan lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengatakan pentingnya kesadaran kolektif di tengah ancaman fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang.
Meski titik api di PPU masih relatif terkontrol, penanganan lahan gambut membutuhkan perhatian ekstra karena potensi kebakaran yang dapat membendung aktivitas ekonomi masyarakat.
”Sebagai bentuk dukungan konkret, BI Balikpapan menyerahkan bantuan sarana prasarana pencegahan bencana, termasuk baju pemadam tahan api yang diterima secara simbolis oleh BPBD Kabupaten PPU,” kata Tohar, Kamis (8/9/2026).
Di sisi lain, pengendalian inflasi dan ketersediaan pangan turut menjadi prioritas utama. Pemkab PPU mendorong Dinas Ketahanan Pangan menjadikan data neraca pangan dan peta kerawanan pangan sebagai acuan intervensi yang presisi.
Wilayah-wilayah terisolasi yang jauh dari pusat pasar kini diprioritaskan untuk menjadi sasaran Gerakan Pasar Murah (GPM) dan Operasi Pasar. Langkah ini bertujuan agar subsidi serta pasokan pangan dari Bulog langsung menyentuh masyarakat marginal tanpa terbebani biaya transportasi tambahan.
Melengkapi langkah teknis pemerintah, masyarakat juga diajak untuk aktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam kebutuhan harian seperti cabai, tomat, terong, hingga bawang daun.
”Upaya kemandirian pangan tingkat rumah tangga ini diyakini mampu menekan pengeluaran sekaligus menjaga kestabilan harga komoditas lokal,” jelas Tohar.
Agenda penting ini diresmikan melalui kick-off Gerakan Pasar Murah Triwulan IV Tahun 2026 yang turut dirangkaikan dengan acara bedah buku Bebukuan karya penulis lokal.
Acara tersebut disaksikan langsung oleh Asisten Administrasi Umum, Chairur Roziqin, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Hadi Saputro.
Kolaborasi solid antara Pemkab PPU, BI Balikpapan, Bulog, dan seluruh elemen warga, PPU semakin siap menjaga ketahanan lingkungan sekaligus stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.
”Jadikan neraca ketahanan pangan dan peta kerawanan pangan sebagai instrumen kebijakan operasional,” pungkasnya. (adv/dir)