Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Pentingnya langkah pencegahan dini dan mitigasi bencana mandiri di lingkungan padat penduduk menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, usai meninjau langsung kondisi 11 rumah warga yang hangus terbakar di Jalan Kartini, Gang Karya RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Minggu (18/10/2026).
Peninjauan yang dilakukan bersama Ketua TP PKK Kukar Andi Deezca Pravidhia, Asisten II Muhammad Iriyanto, serta jajaran pimpinan OPD teknis ini bertujuan menyisir dampak peristiwa yang terjadi pada Selasa malam (13/10/2026) lalu, sekaligus menyerukan penguatan benteng pencegahan kebakaran dari skala rumah tangga.
Bupati Aulia menyatakan bahwa ketergantungan penuh pada armada pemadam saat musibah sudah meletus tidaklah cukup, terutama bagi wilayah permukiman padat yang memiliki akses terbatas dan risiko perambatan api yang sangat cepat.
“Upaya penanggulangan kebakaran tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran ketika peristiwa telah terjadi. Langkah pencegahan dan mitigasi harus menjadi perhatian bersama, terutama di kawasan permukiman padat penduduk,” tutur Bupati Aulia di sela-sela interaksinya dengan warga terdampak.
Sebagai tindakan preventif yang konkret, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kebiasaan waspada dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pemeriksaan rutin kelayakan instalasi listrik rumah tangga hingga disiplin dalam penggunaan kompor gas dan alat elektronik.
Di samping menekankan edukasi mitigasi, Bupati Kukar memastikan bahwa Pemkab Kukar bergerak sigap mengawal proses penanganan pascabencana bagi 15 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak musibah ini.
Skema bantuan dirancang secara komprehensif, mencakup fase pemulihan darurat jangka pendek hingga strategi penataan ulang kawasan dalam jangka menengah dan panjang.
“Kami dari pemerintah daerah hadir untuk melihat langsung situasi dan kondisi warga yang terdampak. Kami berupaya meringankan beban para korban dan merencanakan langkah-langkah penanganan agar ketika terjadi musibah seperti ini, respons pemerintah bisa lebih cepat,” jelasnya.
Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik dan pemenuhan kebutuhan pokok, Pemkab Kukar juga menaruh perhatian besar pada pemulihan kondisi mental warga, khususnya anak-anak.
Pendampingan psikologis (trauma healing) disiagakan guna memastikan masa depan serta keberlanjutan pendidikan anak-anak korban kebakaran tetap terjaga dengan baik.
“Proses pemulihan tidak hanya menyangkut kondisi fisik dan tempat tinggal, tetapi juga dukungan agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan serta meraih cita-cita mereka. Pendampingan psikologis ini diharapkan dapat membantu mereka melewati masa sulit,” pungkas Bupati Aulia.(adv/dir)