• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Menuju Pertanian Berkelanjutan, Pemkab PPU Siapkan Sumber Air Alternatif Teruji untuk Petani

19/09/2026
in PENAJAM
0

Air bekas tambang coba dimanfaatkan. (Ilustrasi/net)

532
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat komitmen berkelanjutannya dalam mendukung sektor ketahanan pangan nasional dan mengoptimalkan segenap potensi daerah.

Related Posts

Tunda Salur DBH PPU Rp300 Miliar Lebih Masih Menggantung, Mudyat Noor Sentil Kemenkeu

Laju Cepat BPBD PPU Padamkan Karhutla, Bupati Sentil Aturan Gambut dan Batas Kewenangan Pusat

Petani PPU Bersiap Genjot Panen Padi Tiga Kali Semusim

Anggaran TPP Rp 66 M Aman di APBD-P 2026, Cair Bertahap Mulai Oktober

Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipersiapkan secara matang oleh pemerintah daerah adalah pemanfaatan sumber air alternatif. Inisiatif terobosan ini dirancang khusus guna memastikan pasokan irigasi untuk lahan-lahan pertanian milik masyarakat tetap melimpah, stabil, dan berkesinambungan sepanjang tahun.

Rencana pemanfaatan sumber air alternatif ini disambut hangat dan penuh apresiasi oleh pihak Dinas Pertanian PPU. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, menyampaikan bahwa langkah inovatif dalam pengelolaan sumber daya air daerah ini menjadi kunci mendasar untuk mendongkrak produktivitas sektor pertanian lokal.

Menurutnya, ketersediaan air yang terjamin secara konsisten akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas dan volume hasil panen para petani di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Kalau saya sendiri sebenarnya sangat mendukung karena pada prinsipnya hal ini untuk pengelolaan potensi sumber daya. Kemudian untuk memaksimalkan produksi kita,” ujar Gunawan saat memberikan keterangannya, Sabtu (19/9/2026).

Kendati memberikan dukungan penuh, Pemkab PPU dan Dinas Pertanian tidak ingin terburu-buru tanpa menerapkan standar keamanan yang ketat. Langkah krusial yang wajib ditempuh sebelum pendistribusian air ke kawasan pertanian dilakukan adalah pengujian laboratorium secara menyeluruh dan komprehensif.

Pengujian ini bertujuan untuk memastikan kelayakan parameter kimia maupun biologi air, baik itu untuk kebutuhan mengairi sawah para petani maupun potensi pengembangan jangka panjang sebagai sumber air baku air minum bagi seluruh warga masyarakat.

“Namun demikian barangkali perlu uji laboratorium. Uji laboratorium ini menunjukkan bahwasanya kondisi air kita ini layak enggak untuk lahan pertanian ataupun untuk air baku air minum,” tegas Gunawan.

Pengujian laboratorium secara ilmiah ini menjadi jaminan mutlak bagi para petani agar kualitas kesuburan tanah serta keselamatan tanaman pangan tetap terjaga dari risiko pencemaran atau kandungan zat merugikan. Langkah terukur ini juga menegaskan kepedulian pemerintah terhadap perlindungan mutu pangan lokal.

Upaya koordinasi dan sinergi antar-instansi terkait pemanfaatan sumber daya air ini pun sudah mulai berjalan aktif di tingkat pemerintah daerah. Pertemuan awal telah digelar guna menyelaraskan persepsi seluruh pemangku kepentingan dan merancang peta jalan implementasi program tersebut secara bertahap. “Iya, sudah ada pembicaraan itu. Ingat saya hari Senin kemarin sudah ada rapat,” katanya meyakinkan.

Meski demikian, rapat koordinasi tersebut diakuinya belum memasuki pembahasan teknis mendalam mengenai tata cara pemanfaatan dan sistem distribusi air di lapangan. Oleh karena itu, diskusi teknis susulan masih akan terus dilakukan oleh tim gabungan dalam waktu dekat. “Namun demikian, rapat tersebut belum secara detail untuk dibahas,” pungkas Gunawan.

Melalui langkah berbasis data ilmiah dan kepastian uji laboratorium ini, Pemkab PPU membuktikan dedikasi nyatanya dalam menghadirkan solusi irigasi pertanian yang tidak hanya berlimpah, tetapi juga aman, teruji, serta memberikan manfaat kesejahteraan jangka panjang bagi seluruh petani di Benuo Taka.(adv/)

SendShare32
Next Post

Geliat Ekonomi Kreatif di Penajam Fest 4, Dorong UMKM Naik Kelas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5.2k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2.1k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.