Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Menjelang pergantian tahun, denyut aktivitas pertanian di Kutai Kartanegara semestinya berada dalam fase yang menggembirakan. Namun, kenyataan di lapangan terkadang tak sejalan dengan iklim cuaca dan harapan. Sejumlah petani di beberapa wilayah sentra pertanian di Kukar mendadak harus menghadapi kenyataan pahit berupa gagal panen yang mengancam ketahanan dapur keluarga mereka.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kukar langsung mengambil langkah taktis. Alih-alih berpuas diri dengan angka ketersediaan pangan makro yang secara statistik masih surplus, pemkab memilih hadir secara langsung di tengah kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menjelaskan bahwa kebijakan intervensi ini difokuskan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi warga yang mengalami kerugian material dan kehilangan sumber penghidupan akibat gagal panen.
“Ini kan saudara-saudara kita banyak yang gagal panen. Jadi, kita di penghujung tahun ini lebih memprioritaskan bagaimana intervensi penyaluran cadangan pangan untuk saudara-saudara kita yang mengalami musibah gagal panen tersebut,” ujar Ananias saat ditemui, Rabu (28/10/2026).
Agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan benar-benar merangkul warga yang membutuhkan, Dinas Ketahanan Pangan Kukar tidak bekerja asal-asalan. Proses verifikasi dan pendataan calon penerima bantuan telah digeber secara cermat di berbagai titik rawan.
Berdasarkan data instansi terkait, sejumlah wilayah yang telah maupun sedang dalam proses penanganan intensif mencakup beberapa kelurahan di Kecamatan Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, hingga kawasan pesisir Anggana.
Tidak hanya berhenti di situ, petugas juga memperluas cakupan verifikasi ke wilayah sentra-sentra produksi pertanian lainnya, seperti Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman. Pendataan berlapis ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang kehilangan hasil panen terlewat dari jaring pengaman sosial pemerintah daerah.
Meski fokus memberikan perhatian khusus kepada para petani yang gagal panen, Ananias turut memberikan ketenangan bagi masyarakat luas di Kukar. Ia memastikan bahwa secara makro, neraca ketersediaan pangan daerah masih berada dalam kondisi yang sangat aman dan terkendali.
Pasokan bahan pangan pokok dari luar daerah juga dilaporkan berjalan lancar tanpa ada hambatan berarti, sehingga potensi kelangkaan pangan di penghujung tahun berhasil diantisipasi sejak dini.
“Kalau secara umum stok ketersediaan pangan kita aman. Jadi, sampai akhir tahun kita masih surplus untuk ketersediaan pangan secara keseluruhan. Hanya saja, memang ada sebagian kecil saudara kita di beberapa titik yang mengalami gagal panen, dan di situlah titik berat intervensi kita,” tegas Ananias.
Melalui langkah sigap ini, Pemkab Kukar membuktikan komitmennya: bahwa pembangunan ketahanan pangan bukan hanya tentang mencetak angka surplus di atas kertas, melainkan tentang memastikan setiap perut warga tetap terisi dan tidak ada satupun yang dibiarkan berjuang sendirian di tengah hantaman musim. (adv/dir*)