Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Menghadapi gelombang kedatangan sekitar 1.200 peserta dan tamu perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Desember 2026 mendatang, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mematangkan berbagai skenario pelayanan.
Mulai dari mengkaji ulang opsi lokasi bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga memetakan kesiapan akomodasi penginapan di wilayah Tenggarong dan sekitarnya.
Pematangan fasilitas pendukung ini menjadi krusial untuk memastikan kenyamanan kontingen dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim sekaligus menyukseskan ajang keagamaan akbar tersebut.
Penyelenggaraan MTQH tak sekadar ajang unjuk bakat seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana penggerak roda ekonomi lokal.
Untuk menampung antusiasme pengunjung serta memperluas ruang gerak pelaku usaha, Pemkab Kukar mengevaluasi rencana awal penetapan lokasi pameran UMKM.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengungkapkan bahwa bazar UMKM yang semula direncanakan di samping Kantor Bupati Kukar kini melirik alternatif lokasi baru di Arbizz Space.
Kawasan ini dinilai memiliki tata ruang yang memadai untuk menampung para pedagang dan pengunjung secara lebih tertata.
“Kalau persiapan secara konsepsional, saya kira sudah di atas 80 persen,” terang Sunggono seusai memimpin rapat koordinasi persiapan MTQH di Kantor LPTQ Tenggarong, Senin (19/10/2026).
Dengan perkiraan jumlah orang yang terlibat mencapai 1.200 peserta, official, hingga dewan hakim, sektor akomodasi menjadi perhatian utama panitia daerah.
Pemkab Kukar telah bergerak cepat mendata dan menyisir ketersediaan sarana tempat tinggal, mulai dari hotel hingga guesthouse yang tersebar di wilayah Tenggarong.
Di samping penginapan, panitia turut mencermati ketersediaan tempat lomba (venue).
Salah satunya gedung Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar yang kini dikaji ulang penggunaannya agar tidak berbenturan dengan agenda operasional pemerintahan pada akhir tahun.
“Jadi hari ini menyamakan persepsi, mencari informasi, dan menyesuaikan perubahan-perubahan yang ada, sehingga nanti pada saatnya kegiatan itu betul-betul bisa berjalan sesuai harapan kita semua,” tegas Sunggono.
Sebagai tuan rumah, Kutai Kartanegara dipastikan akan ambil bagian secara penuh di seluruh cabang perlombaan yang dipertandingkan.
Pendataan kafilah Kukar saat ini sedang difinalisasi guna memasang target hasil terbaik.
Seluruh dinamika pematangan teknis, pemilihan tempat acara, hingga kesiapan logistik ini nantinya akan dipresentasikan Pemkab Kukar kepada Pemerintah Provinsi Kaltim serta dilaporkan secara berkala kepada Bupati Kukar guna memastikan helatan MTQH ke-46 berjalan aman, tertib, dan sukses.(adv/dir)