Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan komitmen perlindungan sosial bagi warga rentan tetap berjalan berlanjut pada tahun 2026.
Berbagai skema bantuan—mulai dari program permakanan, Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga dukungan bagi penyandang disabilitas—dipastikan kembali disalurkan secara berkala.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinsos Kukar, Rinda Desianti. Ia menegaskan bahwa seluruh program jaring pengaman sosial terus diluncurkan untuk menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan.
Khusus untuk bantuan permakanan, Dinsos Kukar menetapkan kuota sasaran sebanyak 600 penerima manfaat sepanjang 2026. Jumlah tersebut dipertahankan berdasarkan peta kebutuhan daerah.
“Targetnya tetap 600 penerima. Sejauh ini tidak ada informasi perubahan kuota untuk bantuan permakanan,” ungkap Rinda, Senin (12/10/2026).
Namun, agar bantuan tepat sasaran dan tidak salah alamat, Dinsos menerapkan mekanisme kontrol ketat melalui evaluasi data berkala setiap tiga bulan sekali.
Langkah pembaruan data ini krusial untuk memverifikasi tingkat kesejahteraan atau desil ekonomi para penerima manfaat.
Melalui skema ini, warga yang kondisi ekonominya telah membaik—atau mengalami graduasi ke atas hingga keluar dari kriteria desil 1 sampai 4—akan digantikan oleh calon penerima lain yang berada di daftar tunggu (waiting list).
“Kalau sudah mengalami graduasi ke atas, artinya keluar dari desil 1 sampai 4, kita ganti dengan yang waiting list,” jelasnya.
Rinda membeberkan bahwa penetapan kriteria penerima bansos di Kukar disesuaikan dengan jenis programnya.
Ada program yang khusus menyasar warga kelompok desil 1–2, sementara program lainnya menjangkau kelompok desil 1–4 hingga 1–5.
Oleh sebab itu, pemutakhiran data secara berkala menjadi kunci utama agar bantuan tidak tumpang tindih.
Tak hanya bantuan pangan pokok, perhatian Dinsos Kukar juga mencakup kelompok rentan lainnya, seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta anak terlantar.
Penyaluran bantuan bagi kelompok ini, termasuk alokasi BLT, dijadwalkan rutin setiap triwulan.
“Yang untuk lansia, disabilitas, anak terlantar tetap kita kasihkan per tiga bulan. Termasuk bantuan langsung tunai juga kita berikan,” pungkas Rinda.
Lewat integrasi berbagai program bantuan dan evaluasi rutin tiga bulanan ini, Pemkab Kukar berharap intervensi sosial yang diberikan benar-benar efektif mengangkat derajat hidup warga yang paling membutuhkan. (adv/dir*)