Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) membawa kabar baik bagi para orang tua dan tenaga pendidik.
Pemkab Kukar resmi mengalokasikan program beasiswa untuk tahun anggaran 2027 yang menyasar peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menariknya, skema penentuan penerima bantuan kali ini tidak hanya mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga kurang mampu, melainkan juga menilai kebutuhan dan kelayakan sekolah yang bersangkutan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, menyampaikan bahwa anggaran beasiswa tersebut telah diusulkan dan disiapkan sesuai kewenangan pemerintah daerah.
“Basisnya nanti bukan hanya orang yang tidak mampu, tetapi juga sekolah. Jadi, sekolah-sekolah yang memang berhak menerima bantuan akan menjadi pertimbangan dalam skema beasiswa ini,” ujar Heriansyah pada Kamis (15/10/2026).
Heriansyah menjelaskan, perencanaan beasiswa 2027 ini dirancang untuk menyelaraskan berbagai bantuan pendidikan yang sudah berjalan, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Beberapa program yang diselaraskan antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat, program Gratispol dari Pemprov Kaltim, serta Beasiswa Kukar Idaman Terbaik milik Pemkab Kukar.
Peta pemetaan penerima bantuan akan diperketat agar distribusi bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Jangan sampai terjadi duplikasi penerima. Nanti semuanya akan kami distribusikan agar bisa saling melengkapi sesuai kebutuhan peserta didik,” tegasnya.
Selain program beasiswa, Pemkab Kukar juga terus menggulirkan bantuan seragam dan buku sekolah gratis demi meringankan beban finansial orang tua, khususnya keluarga yang memiliki penghasilan tidak tetap.
Meski demikian, Disdikbud Kukar menekankan bahwa pembenahan sektor pendidikan tidak cukup berhenti pada bantuan biaya dan pembangunan fasilitas fisik semata.
Peningkatan kompetensi serta pembenahan tata kelola tenaga pendidik juga menjadi fokus utama.
Menurut Heriansyah, peran guru sangat krusial dalam membentuk karakter dan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, tidak sekadar mengajar materi pelajaran di kelas.
“Guru yang berkualitas dan memahami cara mendidik lebih penting daripada sekadar mengajar. Kalau mengajar itu sederhana, misalnya mengajarkan satu tambah satu sama dengan dua. Namun, mendidik berarti memberikan contoh atau menjadi teladan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia,” tuturnya. (*adv/dir)