Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi acuan utama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dalam merancang penyaluran program Makanan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi kelompok balita dan lanjut usia (lansia).
Langkah ini diambil untuk memastikan intervensi gizi daerah terdistribusi secara akurat sekaligus menghindari tumpang tindih dengan program prioritas nasional.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar kini tengah mematangkan integrasi data bersama Dinas Sosial, sembari menuntaskan pengkajian standar biaya operasional penyediaan makanan bergizi tersebut.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa dari segi teknis nutrisi, komposisi menu untuk balita dan lansia sejatinya telah selesai dirumuskan oleh Dinas Kesehatan. Fokus pemerintah daerah saat ini bergeser pada penetapan regulasi harga per porsi yang akuntabel.
“Menu untuk balita dan lansia sudah siap. Saat ini kami sedang mengordinasikan dan mengkaji besaran harga acuan berdasarkan racikan menu Dinas Kesehatan tersebut,” terang Arianto pada Kamis (15/10/2026).
Penetapan harga acuan dipandang krusial agar seluruh desa dan satuan pelaksana memiliki pedoman finansial yang seragam, sehingga terhindar dari potensi selisih harga maupun temuan administrasi pertanggungjawaban anggaran di kemudian hari.
Di samping mematangkan kalkulasi biaya, skema distribusi teknis di lapangan juga mulai dipetakan:
Kelompok Balita: Penyaluran diintegrasikan langsung melalui jejaring posyandu daerah.
Kelompok Lansia: Mekanisme penjangkauan disesuaikan dengan kondisi fisik serta kebutuhan khusus penerima manfaat.
Penyelarasan basis data DTSEN juga dipicu oleh dimulainya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat yang meluas hingga ke tingkat posyandu.
Pemkab Kukar menilai pemetaan ketat mutlak dilakukan agar alokasi APBD tidak membentur sasaran penerima bantuan APBN.
Arianto menargetkan seluruh rangkaian penyusunan kajian teknis, regulasi biaya, dan verifikasi data target dapat rampung pada akhir bulan ini.
“Harapan kita akhir bulan seluruh dokumen perencanaan selesai. Apabila memungkinkan, program langsung direalisasikan tahun ini. Jika tidak, perencanaan yang matang ini menjadi pijakan pasti untuk eksekusi tahun depan,” pungkasnya. (adv/dir*)