• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Target Desember, Kukar Kejar Kesiapan 20 Mini MPP hingga ke Tingkat Kecamatan

07/10/2026
in KUKAR
0

Ilustrasi pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kutai Kartanegara.

524
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Target peluncuran 20 Mini Mall Pelayanan Publik (MPP) di seluruh kecamatan Kutai Kartanegara (Kukar) pada Desember 2026 membuat pemerintah daerah kini mengejar kesiapan layanan hingga ke tingkat operator kecamatan.

Related Posts

Dispora Kukar Fasilitasi Tempat Latihan Kontingen KORMI Menuju Fornas Palu Sulawesi Tengah

Siap Beroperasi Tahun Ini, DiskopUKM Kukar Mulai Salurkan Fasilitas Gerai KDKMP Secara Bertahap

Gandeng Diarpus, Disketapang Kukar Angkut Satu Truk Arsip Lama untuk Dimusnahkan

Wagub Kaltim Apresiasi Respon Cepat Bupati Kukar Tangani Korban Kebakaran Tenggarong

Program tersebut disiapkan untuk mengubah pola akses pelayanan publik.

Masyarakat nantinya tidak harus mendatangi sejumlah perangkat daerah untuk mengurus layanan yang berbeda, karena berbagai pelayanan akan dihimpun dalam satu titik di kantor kecamatan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar, Alfian Noor, mengatakan tahapan persiapan sudah berjalan.

Perangkat lunak untuk mendukung operasional Mini MPP telah disiapkan bagi seluruh 20 kecamatan.

Setelah perangkat tersedia, pekerjaan berikutnya adalah memastikan petugas di lapangan mampu mengoperasikan sistem tersebut.

“Unit-unitnya sekarang ini sudah kita adakan, itu khusus untuk perangkat lunaknya. Nah, ini akan segera kita kirim ke pihak kecamatan sekaligus melakukan pelatihan kepada operator-operator yang ada di kecamatan,” kata Alfian, Rabu (7/10/2026).

Dengan demikian, tantangan menjelang Desember bukan hanya soal menyiapkan ruang pelayanan.

Pemerintah juga harus memastikan sistem digital, operator, jaringan, serta integrasi antarlayanan dapat berjalan ketika Mini MPP mulai digunakan masyarakat.

Alfian menyebut seluruh kecamatan menjadi sasaran karena konsep pelayanan yang dikembangkan memang dirancang berbasis digital.

Sistem tersebut nantinya menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanan dalam satu lokasi.

“Insya Allah bulan Desember kita akan launching pada saat ulang tahun MPP yang keempat. Itu sudah untuk 20 kecamatan, unitnya sudah untuk 20 kecamatan,” ujarnya.

Konsep ini sekaligus mengubah fungsi kantor kecamatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ruang khusus akan disiapkan sebagai titik pelayanan terpadu sehingga layanan yang sebelumnya berada di lokasi berbeda dapat dikonsolidasikan.

Arahan tersebut diberikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri agar pelayanan tidak berjalan sendiri-sendiri di masing-masing perangkat daerah.

“Perintah Pak Bupati itu bergabung saja di dalam kecamatan. Ada ruang khusus atau space khusus, nanti itu semuanya masuk di sana,” jelas Alfian.

Pelayanan yang masuk ke dalam skema Mini MPP juga tidak terbatas pada urusan administrasi di kantor kecamatan.

Layanan perizinan dan pelayanan lain yang berkaitan dengan perangkat daerah akan diarahkan agar bisa diakses melalui titik pelayanan tersebut.

Dengan model itu, Mini MPP diharapkan menjadi semacam simpul pelayanan di wilayah kecamatan. Warga cukup datang ke satu tempat untuk mengakses layanan yang sebelumnya tersebar di berbagai instansi.

“Jadi seluruh pelayanan. Tidak ada lagi pelayanan ini sendiri, pelayanan pemerintahan sendiri. Semuanya harus bergabung di dalam satu tempat dan semuanya memberikan pelayanan di sana,” katanya.

Di sisi teknologi, DPMPTSP Kukar tidak membangun sistem secara terpisah dari ekosistem digital yang sudah berjalan.

Infrastruktur jaringan dan kebutuhan internet akan dikoordinasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar.

Sistem MPP yang telah berjalan saat ini juga menggunakan aplikasi dan server yang dikelola melalui Diskominfo.

Pola tersebut akan menjadi bagian dari pengembangan layanan Mini MPP di kecamatan.

“Untuk masalah internet itu nanti ditangani langsung oleh Diskominfo. MPP kita sekarang memang ditangani oleh mereka. Aplikasi-aplikasi kami, server kami semuanya adanya di Diskominfo,” pungkas Alfian.

Jika target Desember terealisasi, 20 kecamatan di Kukar akan memiliki titik pelayanan publik dengan sistem yang terhubung secara digital.

Pemerintah kini memiliki waktu tersisa untuk memastikan seluruh komponen tersebut siap digunakan, mulai dari perangkat hingga sumber daya manusia yang menjadi ujung tombak pelayanan di kecamatan. (adv/dir*)

SendShare32
Next Post

Anggaran Terpangkas, Pabrik Rumput Laut Muara Badak Kukar Belum Rampung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5.2k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2.1k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.