• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Gandeng Pemkab Kukar, SAE Pastarung Perluas Akses Pasar Produk Pertanian Warga Binaan

28/10/2026
in KUKAR
0

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri, melakukan kunjungan monitoring sekaligus meresmikan Sentra Asimilasi Edukasi Pemasyarakatan Tangga Arung (SAE Pastarung), di kawasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, Jl. Mangkuraja, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong.

525
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Suasana sore di kawasan Lapas Kelas IIA Tenggarong, Jalan Mangkuraja, Kelurahan Loa Ipuh, tampak berbeda dari biasanya, Rabu (28/10/2026). Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, hadir secara khusus guna melakukan kunjungan monitoring sekaligus meresmikan beroperasinya kawasan SAE Pastarung.

Related Posts

Titik Api Sulit Dijangkau, Pemkab Kukar Koordinasi ke BNPB Minta Bantuan Helikopter Water Bombing

Tekan Kemiskinan, Program Kukar Siap Kerja Prioritaskan Masyarakat Desil 1–5

Bupati Aulia Rahman Basri Puji Langkah PWI Kukar Beri Rasa Aman dan Jaminan Sosial Bagi Wartawan

Musim Hujan Datang, BPBD Kukar Peringatkan Bahaya Banjir, Longsor, dan Pohon Tumbang

Sentra terpadu ini dirancang sebagai pusat pelatihan dan pemberdayaan komprehensif bagi warga binaan, mencakup sektor pertanian, produksi pangan, hingga asimilasi keterampilan kerja. Di tengah populasi warga binaan yang mencapai sekitar 1.300 orang, kehadiran SAE Pastarung menjadi angin segar untuk membekali mereka dengan keahlian nyata sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat kelak.

Bupati Aulia Rahman Basri menyatakan komitmen penuh Pemkab Kukar untuk membersamai langkah rehabilitasi produktif ini. Menurutnya, pembinaan di dalam lapas harus bermuara pada kesiapan mental dan ekonomi para warga binaan.

“Kita berharap tempat ini benar-benar menjadi wadah efektif untuk memberdayakan warga binaan di Lapas Tenggarong. Ketersediaan ruang dan lahan yang memadai sangat penting untuk menampung potensi besar dari ribuan warga binaan yang ada di sini,” ungkap Aulia.

Kendati geliat produksi di SAE Pastarung telah berjalan—mulai dari budidaya sayur-sayuran segar, peternakan ayam penghasil telur, hingga pembuatan tempe rumahan yang memenuhi kebutuhan konsumsi internal lapas—tantangan terbesar berikutnya adalah masalah pemasaran.

Melihat potensi besar tersebut, Bupati Aulia langsung memberikan instruksi taktis. Ia memastikan Pemkab Kukar akan memfasilitasi penyerapan hasil panen dan produksi pangan warga binaan agar memiliki pasar yang pasti dan berkelanjutan.

Salah satu skema konkret yang disiapkan adalah menyambungkan komoditas pertanian dan peternakan SAE Pastarung dengan kebutuhan dapur-dapur program strategis pemerintah daerah.

“Misalkan untuk komoditas telur, nanti bisa kita hubungkan langsung dengan kebutuhan dapur-dapur SPPG yang ada di Kabupaten Kukar. Begitu juga dengan hasil pertaniannya, kita pastikan terserap agar produk karya warga binaan di SAE Pastarung ini bisa dimanfaatkan secara langsung luas,” tegas Aulia.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, menyambut antusias dukungan penuh yang diberikan oleh pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa aktivitas di SAE Pastarung tidak hanya berorientasi pada ketahanan pangan internal lapas, melainkan dirancang untuk menciptakan perputaran ekonomi yang sehat bagi warga binaan itu sendiri.

Melalui program kerja yang terstruktur, warga binaan yang terlibat aktif dalam proses produksi berhak mendapatkan premi atau upah sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini diharapkan mampu membangun etos kerja sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.

Namun, Wayan tidak menampik bahwa untuk melangkah ke skala ekonomi yang lebih luas, pihaknya membutuhkan uluran tangan berbagai pihak, terutama dalam hal perluasan jaringan pasar dan publikasi.

“Sayur-sayuran yang kami tanam sudah dikonsumsi untuk dapur lapas, begitu pula telur dan tempe. Ke depan, melalui program Simpul Berdaya, kami ingin persoalan pemasaran hasil produksi warga binaan ini bisa teratasi dengan baik lewat dukungan Pemkab Kukar dan rekan-rekan media,” tutur Wayan penuh harap.

Kehadiran SAE Pastarung kini menjadi simbol baru di Kutai Kartanegara—bahwa kesalahan di masa lalu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan titik balik untuk merajut masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan bermartabat. (adv/dir*)

SendShare32
Next Post

Bupati Aulia Ajak Pemuda Kukar Nyalakan Api Perjuangan di Hari Sumpah Pemuda 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5.2k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2.1k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.