Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) saat ini tengah mematangkan berbagai persiapan menuju prosesi wisuda bagi para peserta Sekolah Lansia.
Agendakan seremoni kelulusan ini diproyeksikan sebagai bentuk apresiasi resmi atas keberhasilan para warga senior dalam menyelesaikan rangkaian kurikulum pembelajaran yang berfokus pada peningkatan kreativitas dan penerapan pola hidup sehat di usia senja.
Seremoni kelulusan yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat tersebut tak sekadar menjadi perayaan simbolis, melainkan bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam mendorong peningkatan kualitas hidup dan kebahagiaan para lansia secara berkelanjutan.
Kepala DP2KB Kukar, Maman Setiawan, menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Lansia memegang peranan strategis dalam mengubah paradigma masa tua.
Jika selama ini usia lanjut sering kali diidentikkan dengan penurunan aktivitas fisik dan isolasi sosial, program ini hadir untuk memastikan para lansia tetap memiliki wadah berkarya, belajar, dan bersosialisasi.
Dalam proses pembelajarannya, para peserta dibekali dengan berbagai pelatihan praktis yang disesuaikan dengan kapasitas dan minat mereka.
Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan keterampilan seni dan kerajinan tangan guna melatih ketangkasan motorik sekaligus menjaga ketajaman fungsi kognitif.
Selain aspek kreativitas, kurikulum Sekolah Lansia memberikan porsi besar pada pemahaman kesehatan holistik.
Para peserta diajarkan bagaimana menyusun pola makan bergizi seimbang, menjaga kualitas tidur, melakukan senam atau aktivitas fisik ringan secara teratur, hingga mengelola kecemasan di masa tua.
“Intinya program ini bertujuan memberikan ruang bagi para lansia supaya tetap memiliki kreativitas, sekaligus membiasakan diri menjalani pola hidup sehat. Melalui kegiatan rutin dan lingkungan sosial yang saling mendukung, kondisi fisik maupun kesehatan mental mereka dapat terjaga dengan baik,” terang Maman pada Kamis (22/10/2026).
Lebih lanjut, Maman menjelaskan bahwa Sekolah Lansia di Kukar tidak dikembangkan secara sembarangan, melainkan mengacu pada tingkatan kurikulum berjenjang yang terstruktur.
Tingkatan tersebut meliputi Standar 1 (S1), Standar 2 (S2), hingga Standar 3 (S3), yang masing-masing memiliki tingkat kedalaman materi dan fokus keterampilan yang berbeda.
Meski program ini telah menjangkau berbagai kawasan kecamatan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, pihak DP2KB saat ini masih melakukan perapian data administratif secara intensif.
Langkah ini dilakukan untuk mendata ulang jumlah pasti angkatan serta total peserta yang telah memenuhi kriteria kelulusan di tiap-tiap jenjang pembelajaran.
Maman, yang baru mengemban amanah sebagai Kepala DP2KB Kukar sejak Februari 2026 lalu, menyebutkan bahwa fondasi program ini sudah terbangun dengan kuat dan kini tinggal memasuki tahapan selebrasi pencapaian para peserta.
Menjelang pelaksanaan prosesi wisuda, DP2KB Kukar terus menjalin komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Langkah koordinasi ini dinilai sangat krusial guna menyelaraskan petunjuk teknis pelaksanaan serta mengantisipasi keterbatasan anggaran daerah.
Maman menjelaskan, seluruh kebutuhan teknis—mulai dari tata urutan seremoni, daftar undangan peserta dan keluarga, hingga pencetakan sertifikat resmi bagi para lansia—sedang dimatangkan agar acara dapat berlangsung khidmat, berkesan, dan tetap efisien dari sisi pembiayaan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mendapatkan arahan terbaik, khususnya dalam menyiasati keterbatasan anggaran yang ada. Persiapan ini meliputi hal-hal detail seperti teknis seremoni, pencatatan peserta, hingga penyiapan sertifikat kelulusan bagi kakek dan nenek kita yang telah menyelesaikan tahapan belajar,” pungkasnya.
Melalui momentum wisuda ini kelak, DP2KB Kukar berharap semangat belajar dan pola hidup aktif yang ditunjukkan oleh para peserta Sekolah Lansia dapat menular serta menjadi inspirasi positif, tidak hanya bagi keluarga terdekat tetapi juga bagi seluruh lapisan masyarakat di Kutai Kartanegara.(adv/dir*)