Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) secara resmi mematangkan skema perlindungan sosial bertajuk program “Terima Kasih Guru Ngajiku” yang diproyeksikan mulai mengucurkan insentif bagi para petugas keagamaan dan pelayan sosial pada tahun 2027.
Program ini digulirkan sebagai wujud komitmen dan penghormatan pemerintah daerah atas peran strategis para pengabdi keagamaan—mulai dari guru ngaji, imam, marbot masjid/musala, hingga pengurus kematian—yang selama ini menjadi pilar utama penjaga moral dan keharmonisan di tengah warga Kukar.
Melalui program ini, Pemkab Kukar ingin memastikan para pelayan masyarakat yang bekerja secara tulus di akar rumput mendapatkan perhatian finansial yang layak demi membantu kesejahteraan keluarga mereka.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara, Fathul Alamin, menjelaskan bahwa program Terima Kasih Guru Ngajiku merupakan agenda prioritas sosial yang memerlukan kesiapan matang sebelum diluncurkan secara penuh.
“Untuk program Terima Kasih Guru Ngaji, insyaallah akan kami laksanakan pada 2027. Tahun ini kami masih belum siap, baik dari segi regulasi maupun kapasitas anggaran,” kata Fathul, Rabu (14/10/2026).
Fathul memaparkan bahwa rentang waktu menjelang 2027 dimanfaatkan Pemkab Kukar untuk menyelesaikan payung hukum serta merapikan basis data calon penerima manfaat. Pendataan guru ngaji dihimpun bersama Kementerian Agama (Kemenag), sementara data imam dan marbot diselaraskan dari daftar pengurus rumah ibadah setempat. Adapun petugas pengurus kematian dan penggali kubur diverifikasi melalui jajaran kecamatan serta kelurahan.
Tak hanya itu, Pemkab Kukar juga melakukan integrasi data dengan program bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Gratispol). Langkah kolaboratif ini ditempuh guna memetakan cakupan bantuan secara proporsional sekaligus menghindari potensi duplikasi penerima bantuan.
“Tujuannya adalah melengkapi cakupan bantuan agar empat unsur tersebut dapat memperoleh dukungan, baik melalui program provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Pemkab Kukar optimistis bahwa peluncuran program Terima Kasih Guru Ngajiku pada 2027 mendatang akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem perlindungan sosial daerah yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berdampak langsung pada kehidupan para pengabdi masyarakat di Kutai Kartanegara.(adv/dir)