• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Tak Cuma Bangun Fisik, Bupati Kukar Juga Fokus Pulihkan Trauma Psikis 75 KK Korban Kebakaran Tenggarong

08/10/2026
in KUKAR
0

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat turun ke lapangan meninjau korban kebakaran di Melayu, Tenggarong, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kukar, Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri, Kamis (8/10/2026). (Ist)

526
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Kehilangan tempat tinggal dalam sekejap akibat amukan si jago merah tentu menyisakan luka yang mendalam.

Related Posts

Dispora Kukar Fasilitasi Tempat Latihan Kontingen KORMI Menuju Fornas Palu Sulawesi Tengah

Siap Beroperasi Tahun Ini, DiskopUKM Kukar Mulai Salurkan Fasilitas Gerai KDKMP Secara Bertahap

Gandeng Diarpus, Disketapang Kukar Angkut Satu Truk Arsip Lama untuk Dimusnahkan

Wagub Kaltim Apresiasi Respon Cepat Bupati Kukar Tangani Korban Kebakaran Tenggarong

Memahami kenyataan pahit tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada urusan pusingnya merenovasi puing-puing bangunan.

Lebih dari itu, memeluk kembali kesehatan jiwa dan membangkitkan mental warga yang terguncang menjadi prioritas utama.

Komitmen itu ditunjukkan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat turun ke lapangan didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kukar, Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri, Kamis (8/10/2026).

Di tengah suasana duka di posko penanganan bencana kawasan Melayu, Tenggarong, pasangan ini menyusuri satu per satu tenda pengungsian, menyapa hangat, dan mendengarkan keluh kesah para warga yang sedang mengumpulkan sisa-sisa harapan.

Sebanyak 75 kepala keluarga (KK) tercatat menjadi korban dalam musibah kebakaran tersebut.

Di mata pemerintah daerah, puluhan keluarga ini bukan sekadar angka dalam data statistik bencana, melainkan jiwa-jiwa yang membutuhkan pendampingan utuh agar kehidupan mereka dapat kembali berjalan normal.

“Kita tidak hanya melakukan recovery dari perspektif fisik, tetapi juga harus melihat kondisi psikis masyarakat. Dari 75 kepala keluarga yang terdampak, harus kita pastikan semuanya dapat terkelola dan tertangani dengan baik,” tegas Bupati Aulia Rahman Basri di sela-sela peninjauannya.

Bupati menekankan bahwa luka traumatik akibat bencana sering kali bertahan lebih lama dibanding durasi pembangunan kembali dinding rumah.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kelurahan hingga dinas terkait untuk tidak lepas tangan dan terus memantau dinamika psikologis para warga.

Penanganan emosional dan trauma (healing) diselipkan sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda penanggulangan bencana.

Di tahap awal (jangka pendek), Pemkab Kukar bergerak cepat menjamin roda kehidupan harian warga tak terhenti total.

Bantuan logistik tidak hanya menyasar perut yang lapar melalui pasokan pangan siap saji dan sembako, tetapi juga menyentuh kebutuhan mendesak lainnya.

Seragam dan alat tulis disalurkan agar anak-anak korban kebakaran bisa kembali bersekolah, sementara perlengkapan kerja turut disiapkan bagi para kepala keluarga agar mereka tetap bisa mencari nafkah.

Namun, upaya merawat harapan warga ini diakui Bupati memerlukan keterlibatan banyak pihak.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas sosial, hingga warga sekitar untuk bahu-membahu menyalurkan dukungan emosional dan kepedulian antar sesama.

“Penanganan ini membutuhkan gotong royong. Komunitas dan masyarakat sekitar kita harapkan ikut saling memantau, merangkul, dan memberikan dukungan moral kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tuturnya penuh empati.

Menatap masa depan, Pemkab Kukar juga telah menyiapkan skenario pemulihan jangka menengah dan panjang.

Selain memulihkan kondisi mental warga, pemerintah daerah berkomitmen melakukan penataan ulang kawasan pemukiman di kawasan Melayu, Tenggarong sesuai kewenangan yang dimiliki.

Langkah ini diambil guna memperkuat sistem mitigasi dan penataan tata ruang yang lebih teratur, sehingga risiko bencana serupa dapat ditekan sekecil mungkin di kemudian hari.(adv/dir*)

SendShare32
Next Post

Pemkab Kukar Sediakan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Tenggarong 300 Porsi per Hari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5.2k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2.1k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.