Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan rencana fasilitas olahraga inklusif bagi atlet penyandang disabilitas.
Rencana tersebut mulai dibahas setelah National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kukar meminta dukungan sarana latihan yang dapat menunjang pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Pembahasan fasilitas tersebut mencuat dalam audiensi Ketua NPCI Kukar Muhammad Bisron bersama jajaran dengan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kukar, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar Aji Kalbu Pribadi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Bisron menyampaikan perkembangan pembinaan atlet disabilitas di Kukar sekaligus memaparkan sejumlah program NPCI. Salah satu kebutuhan yang dinilai mendesak adalah ketersediaan gedung atau fasilitas olahraga yang dirancang untuk mendukung aktivitas latihan atlet disabilitas.
“Kami sangat mengharapkan adanya fasilitas yang dapat menunjang perkembangan dan peningkatan prestasi atlet disabilitas Kukar,” ujar Bisron.
Menurut Bisron, fasilitas latihan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan. Atlet tidak cukup hanya mengandalkan program latihan, tetapi juga membutuhkan tempat latihan yang memadai dan sesuai dengan karakteristik cabang olahraga yang ditekuni.
Kebutuhan tersebut semakin penting karena atlet disabilitas Kukar dipersiapkan menghadapi berbagai agenda olahraga tingkat nasional. Salah satunya Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 2028.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, NPCI Kukar ingin pembinaan dilakukan sejak sekarang. Peningkatan kualitas latihan, pemenuhan sarana olahraga, dan pengembangan atlet menjadi bagian dari persiapan menuju kompetisi nasional tersebut.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyambut baik usulan NPCI Kukar. Ia mengapresiasi capaian atlet disabilitas Kukar sekaligus menilai potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui pembinaan yang terarah.
“Kami sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih. Semoga peningkatan prestasi ini dapat terus dikelola dan dikembangkan dengan baik,” kata Aulia.
Pemkab Kukar, kata Aulia, pada prinsipnya mendukung penyediaan fasilitas yang dapat menunjang aktivitas olahraga atlet disabilitas. Sarana yang memadai diharapkan dapat memberikan ruang latihan yang lebih optimal sekaligus membuka kesempatan bagi munculnya atlet-atlet baru.
Namun, pembangunan fasilitas tersebut tidak langsung masuk tahap pelaksanaan. Pemkab Kukar meminta NPCI terlebih dahulu menyiapkan proposal sebagai dasar pembahasan rencana penganggaran.
Aulia menyebut mekanisme pembiayaan dapat dibahas melalui skema hibah dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Proposal tersebut diarahkan untuk pengajuan pada tahun anggaran 2027.
“Silakan persiapkan proposalnya dan diajukan untuk tahun anggaran 2027. Seperti apa mekanismenya ke depan, kita bicarakan lagi sambil menyusun penganggaran tahun 2027,” jelasnya.
Aulia juga meminta proses perencanaan hingga pelaksanaan nantinya dilakukan secara tertib dan transparan. Untuk memastikan mekanismenya berjalan sesuai ketentuan, pihak terkait seperti Kejari Kukar dan Dispora Kukar akan dilibatkan dalam pendampingan.
Bagi Pemkab Kukar, fasilitas olahraga inklusif bukan semata-mata tempat berlatih bagi atlet yang sudah berprestasi. Keberadaan sarana tersebut juga diharapkan menjadi ruang pembinaan jangka panjang, termasuk untuk menemukan dan mengembangkan bibit atlet disabilitas potensial dari Kukar. (adv/dir*)