Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencoba mengerek kembali kunjungan wisata di Tenggarong dengan dua pendekatan berbeda. Pulau Kumala disiapkan dengan atraksi baru melalui pembangunan water park, sedangkan Planetarium Jagad Raya akan lebih gencar dikenalkan lewat konten digital.
Strategi ini menunjukkan upaya Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar tidak hanya bertumpu pada pembangunan fasilitas. Destinasi yang sudah memiliki sarana wisata juga perlu dikemas dan diperkenalkan kembali agar masyarakat memiliki alasan untuk datang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar Awang Agus Darmawan mengatakan pembangunan water park menjadi salah satu pekerjaan yang diprioritaskan untuk memperkuat daya tarik Pulau Kumala.
Proyek tersebut saat ini telah menyelesaikan tahapan tender. Setelah proses administrasi berikutnya rampung, pekerjaan akan masuk ke tahap kontrak.
“Untuk tahun ini, kita fokus pada penyelesaian water park yang ada di Pulau Kumala. Saat ini masih berproses dan sudah selesai tender. Setelah itu masuk ke proses kontrak,” ujar Agus, Minggu (4/10/2026).
Bagi Dispar Kukar, tambahan wahana di Pulau Kumala diharapkan menciptakan alasan baru bagi wisatawan untuk kembali berkunjung.
Selama ini, kunjungan ke destinasi tidak hanya dipengaruhi keberadaan tempat wisata, tetapi juga seberapa menarik pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.
“Kalau prosesnya selesai, harapannya wahana baru tersebut bisa menjadi pemicu masyarakat untuk berkunjung ke Pulau Kumala,” katanya.
Namun, tidak semua destinasi membutuhkan penambahan bangunan atau wahana baru.
Planetarium Jagad Raya menjadi contoh. Fasilitas wisata edukasi tersebut justru dinilai membutuhkan dorongan dari sisi publikasi agar keberadaannya lebih dikenal.
Dispar Kukar melihat masih terdapat kesenjangan informasi mengenai Planetarium Jagad Raya.
Destinasi yang berada di Tenggarong itu belum sepenuhnya menjadi pilihan masyarakat. Bahkan, menurut Agus, masih ada warga lokal yang belum mengetahui secara lengkap keberadaan maupun hal-hal yang dapat dinikmati di dalam Planetarium.
Karena itu, Dispar mulai mengubah cara memperkenalkannya. Blogger dan kreator konten dilibatkan untuk membuat informasi mengenai Planetarium lebih mudah diterima calon pengunjung. Konten digital dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai suasana, fasilitas dan pengalaman yang ditawarkan.
“Kami berharap wisatawan, paling tidak dari Tenggarong sendiri yang selama ini mungkin masih kurang mendapatkan informasi dan belum terlalu antusias berkunjung ke Planetarium, bisa mengetahui lebih banyak melalui tulisan atau konten dari teman-teman blogger,” jelasnya.
Menurut Agus, minimnya kunjungan belum tentu menunjukkan masyarakat tidak tertarik. Ada kemungkinan calon pengunjung belum memiliki cukup informasi mengenai apa yang bisa mereka dapatkan ketika datang.
Karena itu, promosi menjadi penting untuk membangun gambaran tersebut.
“Tiketnya juga tidak terlalu mahal. Mungkin persoalannya lebih kepada minimnya informasi, sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui seperti apa Planetarium tersebut,” sebutnya.
Pendekatan melalui kreator konten juga diharapkan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih banyak mengandalkan media sosial untuk mencari referensi tempat wisata.
Informasi tentang destinasi tidak lagi hanya disampaikan melalui kanal resmi pemerintah, tetapi diperluas melalui pengalaman dan sudut pandang pembuat konten. Dispar Kukar tidak menyamakan resep untuk seluruh destinasi.
Pulau Kumala membutuhkan penguatan dari sisi produk wisata. Penambahan water park diharapkan membuat kawasan tersebut memiliki atraksi baru yang dapat menjadi pemicu kunjungan.
Sementara Planetarium Jagad Raya memiliki pendekatan berbeda. Fasilitas yang tersedia perlu lebih dahulu diketahui dan dipahami masyarakat sebelum diharapkan menjadi pilihan wisata. Dengan demikian, pembangunan dan promosi ditempatkan sebagai dua instrumen yang saling melengkapi.
Pembangunan wahana memberikan sesuatu yang baru bagi pengunjung. Promosi membantu memastikan keberadaan destinasi tersebut sampai kepada calon wisatawan. Dispar Kukar berharap pola ini dapat mendorong pergerakan wisata di Tenggarong secara bertahap.
Targetnya bukan hanya membuat destinasi terlihat aktif, tetapi memastikan masyarakat memiliki informasi, ketertarikan dan akhirnya alasan untuk datang. Jika berjalan beriringan, pengembangan fasilitas di Pulau Kumala dan promosi Planetarium Jagad Raya diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali sektor pariwisata Tenggarong. (adv/dir*)