Lingkaranberita.com, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri kembali melakukan perombakan struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
Sebanyak 64 pejabat dilantik untuk mengisi sejumlah posisi administrator, pengawas hingga jabatan fungsional di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (2/10/2026) sore.
Pelantikan tersebut tidak hanya mengisi jabatan pada level teknis.
Delapan pejabat sekaligus mendapat mandat sebagai sekretaris organisasi perangkat daerah (OPD), posisi yang memiliki peran penting dalam menggerakkan administrasi dan koordinasi di masing-masing perangkat daerah.
Delapan pejabat tersebut yakni Mopfiyanto Ramadhan yang dipercaya sebagai Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kukar.
Kemudian Sofyar Ardanie Sriananda sebagai Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Endri Rosandi sebagai Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Dedy Mulyadi sebagai Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja.
Posisi Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan kini ditempati Rini Sulistiyowati. Sementara M. Taufik Rahmani dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan.
Dua jabatan sekretaris OPD lainnya diisi Samsiar sebagai Sekretaris Dinas Perkebunan serta Yudiarta sebagai Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Bupati Aulia mengatakan pelantikan tersebut merupakan bagian dari penataan internal pemerintahan.
Pergantian maupun pengisian jabatan, menurutnya, dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan pertimbangan kompetensi pejabat.
Ia menyebut proses tersebut telah melalui mekanisme pembahasan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
“Ini merupakan sesuatu yang rutin, sesuatu yang biasa saja untuk peremajaan organisasi, sehingga pejabat-pejabat yang ada sesuai dengan kompetensinya,” kata Aulia.
Namun, Aulia menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian nama dalam struktur organisasi.
Pejabat yang memperoleh amanah baru diminta segera menunjukkan dampaknya melalui kinerja pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurutnya, pengisian jabatan harus berujung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, pejabat yang baru dilantik tidak diminta menunggu terlalu lama untuk mulai bekerja.
“Kita berharap dengan adanya proses pengisian jabatan ini, maka akan lebih meningkatkan lagi kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Aulia juga meminta seluruh pejabat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing.
Terutama bagi mereka yang berpindah perangkat daerah dan memperoleh tanggung jawab baru.
“Kita berharap teman-teman yang dilantik hari ini bisa segera beradaptasi, menyesuaikan dengan lingkungan kerja yang baru, dan bisa bekerja lebih maksimal,” terang Aulia.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kukar Rendra Abadi memastikan pelantikan kali ini mencakup 64 pejabat dari beberapa kelompok jabatan.
“Hari ini ada 64 pejabat yang kita lantik. Terdiri dari administrator, pengawas dan fungsional,” ujar Rendra.
Untuk pejabat administrator, pengisian jabatan mencakup sejumlah posisi seperti sekretaris dinas dan kepala bidang.
Adapun pejabat pengawas mayoritas ditempatkan untuk mengisi jabatan kepala unit pelaksana teknis (UPT).
Sementara pejabat fungsional ditempatkan pada sejumlah perangkat daerah dengan menyesuaikan kebutuhan organisasi.
Dengan pelantikan tersebut, sejumlah bagian dalam struktur birokrasi Pemkab Kukar kini memiliki pejabat baru.
Pemerintah daerah berharap pergantian tersebut tidak berhenti pada perubahan struktur, tetapi diikuti percepatan kerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Bagi para pejabat yang baru menerima amanah, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa perubahan komposisi birokrasi tersebut mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata di masing-masing perangkat daerah. (adv/dir*)