Lingkaranberita.com, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat menuntaskan target ambisius penerangan wilayah dengan menggenjot pemasangan sekitar 4.000 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).
Demi memberikan kenyamanan serta keamanan berkendara bagi masyarakat, proyek infrastruktur skala besar ini disebar secara merata dan saat ini progres fisiknya telah menunjukkan kemajuan signifikan di kisaran 40 hingga 50 persen.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa ribuan titik lampu jalan tersebut menjangkau berbagai kawasan, mulai dari wilayah hulu, kawasan tengah, hingga pesisir Kukar.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menerapkan skala prioritas dengan menyasar ruas-ruas jalan kabupaten yang memiliki tingkat mobilitas dan kepadatan lalu lintas yang tinggi.
“Prioritas di semua kecamatan kan memang belum seluruhnya tertangani. Prioritas penanganannya kan di jalan-jalan kabupaten,” ujar Junaidi, Selasa (29/9/2026).
Sejumlah wilayah strategis yang menjadi fokus utama pengerjaan di antaranya mencakup Kecamatan Samboja, di mana pemasangan difokuskan pada akses jalan menuju objek wisata Pantai Ambalat.
Sementara itu, di Kecamatan Muara Jawa, sasaran pengerjaan diarahkan ke sejumlah ruas jalan di Kelurahan Tama Pole serta Muara Kembang.
Tidak hanya berhenti di situ, percepatan pembangunan LPJU ini juga menyasar kawasan bersejarah dan sentra aktivitas warga di Kutai Lama, Kecamatan Muara Badak, serta berbagai ruas jalan kabupaten di Kecamatan Anggana yang dinilai memiliki aktivitas kendaraan cukup padat setiap harinya.
Melalui pemerataan ini, Pemkab Kukar berharap kawasan-kawasan yang selama ini minim penerangan jalan umum dapat segera teratasi, sehingga potensi kecelakaan maupun gangguan keamanan di malam hari dapat ditekan seminimal mungkin.
Dari sisi teknis pelaksanaannya di lapangan, Junaidi mengungkapkan bahwa proses pembangunan berjalan secara simultan dan terstruktur.
Tahapan pekerjaan dikerjakan secara paralel, mulai dari penggalian lubang fondasi, pengecoran struktur tiang, pemasangan tiang lampu, hingga penarikan kabel jaringan listrik serta meteran kWh.
Meskipun beberapa tahapan memerlukan waktu jeda—seperti menunggu keringnya fondasi sebelum tiang didirikan—pengerjaan terus dikebut oleh para petugas di lapangan.
Terkait nilai anggaran, pihak Dishub menyebutkan bahwa besaran alokasi bervariasi di setiap lokasi, berkisar mulai dari ratusan juta rupiah tergantung pada panjang pendeknya ruas jalan serta tingkat kerumitan medan di lapangan.
Dengan sisa waktu yang ada dan komitmen dari para pihak pelaksana, Dishub Kukar menargetkan seluruh rangkaian kontrak pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
Seluruh titik LPJU tersebut diproyeksikan sudah dapat berfungsi dan menyala menerangi jalan-jalan utama masyarakat pada akhir Oktober 2026 mendatang tanpa ada hambatan berarti. (adv/dir*)