Nasional, Jakarta, — Kenaikan tajam harga bahan bakar pesawat (avtur) berdampak langsung pada tarif penerbangan domestik yang kini merangkak naik. Dalam beberapa pekan terakhir, harga tiket tercatat meningkat signifikan seiring melonjaknya biaya operasional maskapai.
Pemerintah melalui kebijakan terbaru memberikan ruang bagi maskapai untuk menyesuaikan tarif, dengan batas kenaikan maksimal sekitar 13 persen. Kebijakan ini, menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, merupakan langkah pengendalian agar lonjakan harga tidak semakin membebani masyarakat.
Ia menjelaskan, kenaikan harga avtur yang melampaui 70 persen menjadi faktor dominan, dengan kontribusi mencapai sekitar 40 persen terhadap struktur biaya tiket pesawat.
Untuk meredam dampak tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dengan total anggaran mencapai Rp2,6 triliun untuk periode dua bulan.
Kedua, penyesuaian fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar yang diseragamkan pada kisaran 38 persen. Kebijakan ini memberi ruang bagi maskapai untuk menyesuaikan Tarif Batas Atas (TBA) tanpa menaikkan harga secara drastis.
Selain itu, pemerintah juga memangkas bea masuk suku cadang pesawat menjadi nol persen. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya perawatan dan operasional maskapai dalam jangka menengah.
Di lapangan, kenaikan harga tiket sudah terasa di sejumlah rute utama. Untuk perjalanan pulang-pergi Jakarta–Surabaya pada pertengahan April 2026, tarif berada di kisaran Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta, melampaui harga normal yang biasanya berkisar Rp1,65 juta hingga Rp2,15 juta.
Tren serupa terjadi pada rute Jakarta–Medan dan Jakarta–Bali. Pada rute ke Bali, misalnya, harga tiket pulang-pergi kini menembus Rp3,6 juta hingga Rp4 juta, jauh di atas kisaran normal sebelumnya.
Sejumlah maskapai seperti Lion Air, Citilink Indonesia, Batik Air, hingga Garuda Indonesia tercatat menyesuaikan harga mengikuti tekanan biaya tersebut.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga dan memastikan keseimbangan antara keberlanjutan industri penerbangan dan keterjangkauan tarif bagi masyarakat.(ant/die)