Jakarta, 15 April 2026 — Pemerintah Iran menegaskan tuntutan kompensasi penuh atas kerusakan infrastruktur yang diklaim akibat serangan Amerika Serikat dan Israel. Nilai kerugian yang diperkirakan mencapai USD 270 miliar disebut akan menjadi agenda utama dalam perundingan lanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (14/4). Selain menuntut Amerika Serikat dan Israel, Iran juga menyebut lima negara di kawasan turut bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.
Teheran menilai wilayah negara-negara tersebut telah digunakan sebagai titik peluncuran serangan ke wilayah Iran.
Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan bahwa estimasi kerugian mencakup dampak langsung maupun tidak langsung sejak konflik dimulai pada 28 Februari lalu.
> “Iran telah menderita kerugian sekitar 270 miliar dolar AS akibat perang ini,” ujar Mohajerani dalam wawancara dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti.
Meski belum merinci detail kerusakan, Iran menegaskan bahwa tuntutan kompensasi telah dibahas dalam pertemuan sebelumnya antara Teheran dan Washington yang berlangsung di Pakistan. Isu tersebut juga akan terus diangkat dalam setiap proses negosiasi ke depan.
Wacana Pajak Selat Hormuz
Selain menuntut ganti rugi, Iran juga mengusulkan skema alternatif untuk menutup kerugian melalui pembentukan “Protokol Selat Hormuz”. Dalam skema ini, kapal-kapal komersial yang melintasi jalur strategis tersebut akan dikenakan pajak.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, terutama untuk distribusi energi global.
Kerusakan Infrastruktur Meluas
Pemerintah Iran saat ini masih melakukan asesmen menyeluruh terhadap dampak serangan. Sejumlah sektor strategis dilaporkan mengalami kerusakan berat, termasuk:
Fasilitas minyak dan gas
Industri petrokimia
Pabrik baja dan aluminium
Kompleks militer
Selain itu, infrastruktur sipil seperti jembatan, pelabuhan, jalur kereta api, serta fasilitas pendidikan dan penelitian turut terdampak.
Tak hanya sektor industri, serangan juga dilaporkan menghantam fasilitas publik seperti rumah sakit, sekolah, hingga permukiman warga sipil. Otoritas Iran memperkirakan proses pemulihan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun.(din)