lingkaranberita.com, PENAJAM — Festival Permainan Tradisional “Back to 80’s” bukan hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai sosial kepada generasi muda. Hal itu disampaikan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor saat menutup rangkaian festival pada Jumat (7/11/2025).
Dalam pidatonya, Mudyat Noor menekankan bahwa permainan tradisional menyimpan pelajaran berharga yang relevan dengan kehidupan modern. Mulai dari kejujuran, kerja sama, ketangkasan, hingga interaksi langsung antar-anak.
“Di tengah dominasi gadget, kita perlu mengingatkan anak-anak bahwa bermain tidak selalu harus dengan teknologi. Permainan tradisional membawa nilai sosial yang sangat kuat,” ujar Mudyat.
Ia menilai festival ini berhasil menghidupkan kembali bentuk interaksi sehat yang selama ini mulai terkikis. Selama festival berlangsung, suasana kebersamaan terlihat jelas: anak-anak bekerja sama, orang tua saling mendukung, dan masyarakat hadir menyemangati.
Bupati juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda tetap, karena memiliki dampak edukatif yang positif.
“Festival ini bukan hanya event hiburan, tetapi sarana belajar tentang budaya, karakter, dan kebersamaan,” ungkapnya.
Tidak lupa, Mudyat memberikan apresiasi kepada penyelenggara dan seluruh pihak yang terlibat. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Pada penutupan, Bupati menyampaikan harapan agar nilai-nilai permainan tradisional dapat terus diwariskan.
“Semoga semangat menjaga warisan budaya ini tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya,” pungkasnya.(adv/kominfoppu)