lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA – Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) justru tengah menghadapi tantangan serius di sektor pendidikan dan kesehatan. Kekurangan ruang kelas dan minimnya tenaga medis menjadi sorotan utama dalam rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2024 yang digelar DPRD bersama Pemkab PPU.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD PPU, Thohiron, menyebut saat ini ada defisit 86 rombongan belajar (rombel) untuk tingkat SD dan SMP.
“Untuk SD saja kita kekurangan 65 rombel, sementara SMP kurang 21. Artinya, ini bukan sekadar soal bangku, tapi ruang belajar yang belum tersedia,” ungkapnya, Selasa (22/4/2025).
Ia menghitung, jika satu gedung sekolah idealnya menampung enam rombel, maka dibutuhkan sekitar 14 gedung baru untuk menutup kekurangan tersebut. Ketimpangan ini bisa berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa.
Tak hanya itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Masalah klasik kembali mencuat: kekurangan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Akibatnya, antrean pasien jadi panjang. Padahal Pemkab sudah membuka formasi, tapi peminatnya minim,” tutur Thohiron.
Menurutnya, rendahnya minat dokter untuk bertugas di PPU harus menjadi perhatian khusus. Pemerintah perlu memikirkan insentif atau strategi rekrutmen yang lebih efektif agar layanan kesehatan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat secara merata.
Ia menegaskan, dua sektor ini adalah fondasi pelayanan publik yang tidak bisa ditunda. “Kesehatan dan pendidikan adalah indikator utama kualitas hidup warga. Ini harus jadi prioritas utama pemerintah daerah,” tutupnya.(adv/dprdpenajam)