• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Darurat Kelas & Dokter: PPU Dikejar Tantangan Infrastruktur Pendidikan dan Kesehatan

22/04/2025
in DPRD PENAJAM
0

Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD PPU, Thohiron.(ist)

535
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA – Di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) justru tengah menghadapi tantangan serius di sektor pendidikan dan kesehatan. Kekurangan ruang kelas dan minimnya tenaga medis menjadi sorotan utama dalam rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2024 yang digelar DPRD bersama Pemkab PPU.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD PPU, Thohiron, menyebut saat ini ada defisit 86 rombongan belajar (rombel) untuk tingkat SD dan SMP.

“Untuk SD saja kita kekurangan 65 rombel, sementara SMP kurang 21. Artinya, ini bukan sekadar soal bangku, tapi ruang belajar yang belum tersedia,” ungkapnya, Selasa (22/4/2025).

Ia menghitung, jika satu gedung sekolah idealnya menampung enam rombel, maka dibutuhkan sekitar 14 gedung baru untuk menutup kekurangan tersebut. Ketimpangan ini bisa berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa.

Tak hanya itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. Masalah klasik kembali mencuat: kekurangan dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Akibatnya, antrean pasien jadi panjang. Padahal Pemkab sudah membuka formasi, tapi peminatnya minim,” tutur Thohiron.

Menurutnya, rendahnya minat dokter untuk bertugas di PPU harus menjadi perhatian khusus. Pemerintah perlu memikirkan insentif atau strategi rekrutmen yang lebih efektif agar layanan kesehatan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat secara merata.

Ia menegaskan, dua sektor ini adalah fondasi pelayanan publik yang tidak bisa ditunda. “Kesehatan dan pendidikan adalah indikator utama kualitas hidup warga. Ini harus jadi prioritas utama pemerintah daerah,” tutupnya.(adv/dprdpenajam)

SendShare32
Next Post

Bukan Sekadar Bersih-Bersih: Pantai Tanjung Jumlai Jadi Titik Awal Revolusi Hijau PPU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.