Lingkaranberita.com, Penajam – Pantai Tanjung Jumlai, yang terletak di kawasan pesisir Salo Loang, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), berubah menjadi panggung aksi nyata pelestarian lingkungan pasca-libur Lebaran 1446 H. Dalam semangat gotong royong, pemerintah, perusahaan, komunitas lingkungan, hingga warga sekitar bersatu dalam aksi bersih pantai yang menginspirasi.
Anggota DPRD PPU, Jamaluddin, menyebut kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan sampah, tetapi juga momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Penetapan Pantai Tanjung Jumlai sebagai lokasi aksi menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap isu lingkungan di daerah pesisir,” ujarnya, Senin (21/4/2025).
Namun Jamaluddin mengingatkan, semangat menjaga lingkungan tidak boleh berakhir di satu hari seremonial. Ia mendorong agar kegiatan seperti ini menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat secara konsisten.
“Kalau hanya bersih-bersih setahun sekali, dampaknya tidak cukup. Kita butuh strategi berkelanjutan dan keterlibatan semua pihak, dari pemerintah hingga komunitas,” tegasnya.
Salah satu hal yang paling menggembirakan dari kegiatan ini, menurutnya, adalah partisipasi aktif anak-anak dari tingkat TK hingga SD. Jamaluddin menyebut ini sebagai investasi masa depan yang harus terus dipupuk melalui kurikulum sekolah yang memasukkan nilai-nilai cinta lingkungan.
“Anak-anak hari ini adalah penjaga bumi esok hari. Kalau sejak kecil mereka diajarkan mencintai alam, kita punya harapan besar pada generasi penerus,” jelasnya.
Jamaluddin juga mendorong pemerintah daerah untuk segera menyiapkan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih konkret, seperti pengembangan bank sampah, sistem pengelolaan limbah berbasis komunitas, dan edukasi lingkungan yang masif.
“Langkah teknis itu harus menjadi prioritas. Kita tidak bisa mengandalkan kegiatan simbolik saja. Butuh sistem yang terstruktur dan dijalankan secara konsisten,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih intens antara pemerintah, komunitas pecinta lingkungan, aktivis, dan masyarakat lokal dalam menjaga kelestarian alam PPU. Menurutnya, jika dikelola dengan baik, Pantai Tanjung Jumlai bisa menjadi contoh nasional dalam upaya menjaga kawasan pesisir yang bersih dan berkelanjutan.
“Lingkungan yang bersih adalah fondasi masyarakat yang sehat dan sejahtera. Dan itu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama, secara rutin, dan dengan penuh komitmen,” tutupnya.
Aksi bersih pantai kali ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari revolusi hijau lokal yang bisa mengubah wajah PPU menjadi lebih ramah lingkungan, tangguh, dan sadar akan masa depan bumi.(adv/DPRD PPU)