• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

PPU Klaim Bebas Kemiskinan Ekstrem, DPRD: Tantangan Selanjutnya Adalah Mengurangi Ketimpangan

25/04/2025
in DPRD PENAJAM
0

Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD PPU, Thohiron.(ist)

537
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencetak capaian penting di akhir 2024: tidak ada lagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem. Data tersebut terungkap dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) kepala daerah yang disampaikan ke DPRD.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

“Alhamdulillah, per akhir tahun lalu, data kemiskinan ekstrem kita sudah nol persen,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD PPU, Thohiron, Jumat (25/4/2025).

Capaian itu merujuk pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari Kemenko PMK, yang mengklasifikasikan warga miskin ekstrem sebagai mereka yang pengeluarannya kurang dari Rp 322.170 per bulan, atau sekitar Rp 10 ribu per hari. Artinya, kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, air bersih, tempat tinggal layak, layanan kesehatan, pendidikan, hingga akses sosial tidak terpenuhi.

Namun, Thohiron menegaskan bahwa bebas dari kemiskinan ekstrem bukan berarti masalah kemiskinan selesai sepenuhnya.

“Kalau bicara miskin secara umum, tentu masih ada. Tapi tidak lagi dalam kondisi ekstrem. Sekarang tantangannya adalah memperkecil jurang kesejahteraan,” ujarnya, yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD PPU.

Ia menyayangkan adanya pergeseran cara pandang masyarakat terhadap kemiskinan. “Dulu miskin itu karena tidak bisa makan. Sekarang ada yang merasa miskin karena tidak mampu beli motor baru atau liburan. Perspektif ini juga harus dibenahi,” tuturnya.

Ke depan, DPRD berharap program perlindungan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat tetap dilanjutkan, khususnya bagi kelompok rentan dan pekerja informal.

“Jangan sampai angka nol persen ini membuat kita lengah. Pemerintah tetap harus waspada agar tak ada warga yang kembali jatuh dalam kemiskinan ekstrem,” tutupnya.(adv/dprdpenajam)

SendShare32
Next Post

Air Bersih Masih Jadi PR Besar, DPRD Desak Perumda Tancap Gas Capai Target 70%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.