lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencetak capaian penting di akhir 2024: tidak ada lagi warga yang masuk kategori miskin ekstrem. Data tersebut terungkap dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) kepala daerah yang disampaikan ke DPRD.
“Alhamdulillah, per akhir tahun lalu, data kemiskinan ekstrem kita sudah nol persen,” kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD PPU, Thohiron, Jumat (25/4/2025).
Capaian itu merujuk pada data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari Kemenko PMK, yang mengklasifikasikan warga miskin ekstrem sebagai mereka yang pengeluarannya kurang dari Rp 322.170 per bulan, atau sekitar Rp 10 ribu per hari. Artinya, kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, air bersih, tempat tinggal layak, layanan kesehatan, pendidikan, hingga akses sosial tidak terpenuhi.
Namun, Thohiron menegaskan bahwa bebas dari kemiskinan ekstrem bukan berarti masalah kemiskinan selesai sepenuhnya.
“Kalau bicara miskin secara umum, tentu masih ada. Tapi tidak lagi dalam kondisi ekstrem. Sekarang tantangannya adalah memperkecil jurang kesejahteraan,” ujarnya, yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD PPU.
Ia menyayangkan adanya pergeseran cara pandang masyarakat terhadap kemiskinan. “Dulu miskin itu karena tidak bisa makan. Sekarang ada yang merasa miskin karena tidak mampu beli motor baru atau liburan. Perspektif ini juga harus dibenahi,” tuturnya.
Ke depan, DPRD berharap program perlindungan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat tetap dilanjutkan, khususnya bagi kelompok rentan dan pekerja informal.
“Jangan sampai angka nol persen ini membuat kita lengah. Pemerintah tetap harus waspada agar tak ada warga yang kembali jatuh dalam kemiskinan ekstrem,” tutupnya.(adv/dprdpenajam)