• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Di Tengah Geliat IKN, DPRD PPU Tegaskan Komitmen Jaga Budaya Daerah

17/04/2025
in DPRD PENAJAM
0

Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaluddin. (Ist)

544
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, PENAJAM PASER UTARA – Derap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membawa angin perubahan besar bagi Penajam Paser Utara (PPU). Namun di balik semangat modernisasi, muncul kekhawatiran akan terpinggirkannya budaya lokal. DPRD PPU pun angkat bicara dan menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya daerah.

Related Posts

Raup Kuatkan Petugas Paskibraka yang Lolos Tingkat PPU dan Kaltim

Pucuk Tertinggi Dandim PPU Berganti, Raup Muin Ajak Sinergi

Perjelas Kartu Penajam Cerdas

Sekolah Swasta Digratiskan, DPRD Minta Data Lebih Dulu Dirapikan

Sekretaris Komisi II DPRD PPU, Jamaluddin, menyampaikan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar retorika. PPU sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang menjadi dasar hukum kuat untuk mempertahankan kearifan lokal.
“Perda sudah ada, tinggal bagaimana kita bersama-sama menjalankannya dengan konsisten,” ujarnya, Kamis (17/4/2025).

Menurutnya, peran kepala daerah dan partisipasi masyarakat adalah kunci agar budaya lokal tidak terkikis oleh zaman.
“Budaya itu hidup karena kita rawat bersama. Masyarakat harus jadi pelaku utama, bukan penonton,” tegas Jamaluddin.

Ia mengingatkan bahwa perubahan besar seperti hadirnya IKN akan membawa dampak sosial dan budaya. Namun tantangan ini bisa dihadapi dengan kerja kolektif: pemerintah, tokoh adat, dan warga bahu-membahu menjaga warisan leluhur.

Salah satu contoh nyata pelestarian budaya di PPU adalah Festival Adat Paser Nondoi. Ritual tradisional ini digelar setiap tahun sebagai bentuk doa dan pembersihan kampung dari energi negatif. Dulu dilakukan oleh leluhur Suku Paser, kini menjadi simbol semangat pelestarian di tengah arus perubahan.

“Modernisasi penting, tapi jangan sampai budaya kita hilang. Mari kita jaga bersama,” tutupnya. (adv/DPRD PPU)

SendShare33
Next Post

Pemkab PPU Tegas Awasi Toko Modern, Jaga Ruang Usaha untuk Pelaku Lokal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
4.9k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.