• SUSUNAN REDAKSI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Lingkaran Berita
No Result
View All Result

Inflasi Kaltim Capai 3,83 Persen pada Agustus 2026, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu

03/09/2026
in KALTIM
0

Inflasi Provinsi Kaltim pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,83 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). (Ist)

528
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Lingkaranberita.com, SAMARINDA — Inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,83 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi mencapai 2,64 persen (year-to-date/ytd).

Related Posts

Seragam Gratis Mulai Disalurkan, Puluhan Ribu Pelajar Kaltim Segera Terima Bantuan

Diskominfo Kaltim Perkuat Pengelolaan SP4N-LAPOR! di Perangkat Daerah dan BUMD

Hijaukan Kubar, Brigif TP 85/BTC Cetak Rekor MURI Lewat Penanaman 10.100 Pohon

Prajurit Yonif 826/BTB Rebut Emas Seleknas KKI 2026, Buka Peluang Tembus Panggung Internasional

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan mengatakan tekanan inflasi pada Agustus terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Menurut Jajang, kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dipengaruhi keterbatasan pasokan sejumlah komoditas dari sentra produksi. Kondisi cuaca yang kurang kondusif serta dampak fenomena El Nino turut memberikan tekanan terhadap pasokan pangan.

“Tekanan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dipengaruhi keterbatasan pasokan sejumlah komoditas pangan dari sentra produksi, seiring kondisi cuaca yang kurang kondusif dan dampak fenomena El Nino,” kata Jajang dalam keterangan resmi, Rabu (2/9/2026).

Selain pangan, kenaikan harga emas dibandingkan bulan sebelumnya turut mendorong inflasi melalui kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Penajam Paser Utara Catat Inflasi Tertinggi

Secara spasial, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat inflasi bulanan tertinggi di Kaltim pada Agustus 2026, yakni 0,52 persen (month-to-month/mtm).

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Berau dengan inflasi 0,46 persen dan Kota Samarinda sebesar 0,06 persen. Sementara itu, Kota Balikpapan justru mengalami deflasi sebesar 0,03 persen.

Sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi Kaltim pada Agustus. Di antaranya daging ayam ras, cabai rawit, biaya sekolah dasar, kacang panjang, dan jagung manis.

Di sisi lain, penurunan harga sejumlah komoditas mampu menahan laju inflasi. Komoditas tersebut antara lain angkutan udara, bensin, tomat, bawang merah, dan bawang putih.

TPID Perkuat Pengendalian Inflasi

Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

Dalam menjaga keterjangkauan harga, TPID mendorong pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), operasi pasar, serta berbagai program stabilisasi harga. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pangan strategis dengan harga yang terjangkau.

Dari sisi pasokan, TPID bersama Bulog dan pemangku kepentingan terkait terus mendorong pemenuhan kebutuhan komoditas strategis, penguatan penyediaan bahan pangan, serta peningkatan produksi melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kaltim.

Sementara untuk memastikan kelancaran distribusi, koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna menjaga rantai pasok komoditas strategis tetap berjalan. Salah satunya melalui fasilitasi distribusi pangan ke sejumlah wilayah.

Pada aspek komunikasi, TPID bersama Pemerintah Provinsi Kaltim dan pemerintah kabupaten/kota secara berkala melakukan koordinasi untuk merespons perkembangan harga dan ketersediaan pasokan di daerah.

Ke depan, TPID Kaltim akan memperkuat mitigasi dini dan sinergi antarpemangku kepentingan melalui penerapan strategi 4K secara konsisten, termasuk penguatan program pengendalian inflasi dan GPIPS.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.(bro1)

SendShare32

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular Posts

Terlaris di Balikpapan, Kursus Mengemudi di KAKA Driving Dijamin Pasti Bisa

by admin
09/11/2021
0
5.2k

Maksud Hati Merubah Nasib, Johanis Tinungki Pulang Tinggal Nama

by admin
22/08/2023
0
2.2k

Keluarga Sehat bersama Eco Enzyme

by admin
07/01/2023
0
2.1k

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami: admin@lingkaranberita.com

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.

No Result
View All Result
  • HOME
    • IBU KOTA NEGARA
    • AUTOMATIVE
    • FOOD & TRAVEL
    • EDUCATION
    • EKONOMI
    • HEALTH
    • LIFE STYLE
    • KRIMINAL
    • OPINI & CERPEN
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
  • BORNEO UPDATE
    • KALTIM
      • SAMARINDA
      • BALIKPAPAN
      • PENAJAM
      • SANGATTA
      • BONTANG
      • PASER
  • VIRAL NEWS
  • NASIONAL

© 2021 Lingkaran Berita -Media Informasi Terkini.