Lingkaranberita.com, SAMARINDA – Program bantuan perlengkapan sekolah gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memasuki tahap penyaluran. Puluhan ribu pelajar SMA, SMK, dan SLB di 10 kabupaten/kota akan menerima seragam, sepatu, dan tas melalui program prioritas JosPol Pendidikan 2026.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menargetkan seluruh bantuan dapat diterima siswa sebelum akhir 2026. Penyaluran dilakukan bertahap menyesuaikan kesiapan produksi dan distribusi dari penyedia barang ke masing-masing sekolah.
Secara keseluruhan, bantuan mencakup 34.389 paket untuk 332 sekolah SMA/MA, 28.308 paket untuk 208 SMK, serta 851 paket untuk 36 SLB. Program tersebut diperuntukkan bagi sekolah negeri maupun swasta.
Tahap awal distribusi telah dilakukan di sejumlah sekolah. SMA Negeri 10 Samarinda menerima 535 paket, disusul SMA Negeri 2 Sangatta sebanyak 36 paket dan SMA Negeri 3 Tenggarong sebanyak 143 paket.
Untuk jenjang SMK, distribusi tahap awal dijadwalkan menyasar Balikpapan dan Samarinda pada September 2026 dengan masing-masing 5.216 paket dan 7.833 paket. Sementara bantuan untuk SLB dijadwalkan mulai disalurkan pada akhir Agustus.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Armin mengatakan proses pengadaan dilakukan melalui sistem E-Purchasing. Saat ini sebagian paket masih dalam tahap produksi sehingga penyaluran tidak dilakukan sekaligus.
Menurutnya, mekanisme distribusi langsung dari penyedia kepada satuan pendidikan menjadi salah satu alasan bantuan disalurkan secara bertahap, mengingat sekolah penerima tersebar di seluruh wilayah Kaltim.
Program JosPol Pendidikan merupakan salah satu program unggulan Pemprov Kaltim yang tidak hanya menyasar kebutuhan perlengkapan sekolah, tetapi juga memberikan dukungan bagi tenaga pendidik melalui insentif bulanan.
Setelah sebelumnya difokuskan pada pemberian insentif bagi guru honorer dan tenaga pendidik keagamaan, pelaksanaan program pada 2026 diarahkan untuk memperluas manfaat melalui penyediaan kebutuhan sekolah gratis bagi para pelajar.(int/bro2)