Lingkaranberita.com, Malang – Kemampuan memahami teks akademik berbahasa Inggris ternyata tidak hanya ditentukan oleh penguasaan kosakata dan tata bahasa. Cara mahasiswa mengatur, memantau, dan mengevaluasi proses berpikir saat membaca turut menjadi faktor penting. Hal tersebut terungkap dalam penelitian mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Universitas Islam Malang (UNISMA).
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Penelitian berjudul “Metacognitive Reading Strategies of Successful EFL Students: A Narrative Inquiry from Indonesia” merupakan pengembangan dari skripsi Izza Rahmatika Mukti. Riset tersebut dibimbing oleh Diah Retno Widowati, Febti Ismiatun, dan M. Faruq Ubaidillah. Setelah melalui proses pengembangan dan publikasi, hasil penelitian itu diterbitkan dalam MEXTESOL Journal Vol. 50 No. 3 Tahun 2026, jurnal internasional yang terindeks Scopus Q2.
Mengungkap Pola Pembaca Berprestasi
Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative inquiry untuk melihat secara lebih mendalam pengalaman mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca akademik unggul.
Sebanyak 10 mahasiswi semester akhir Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang memiliki prestasi konsisten dalam mata kuliah membaca selama dua tahun menjadi partisipan penelitian. Mereka diwawancarai untuk mengetahui bagaimana strategi metakognitif digunakan ketika menghadapi bacaan berbahasa Inggris.
Hasil penelitian memperlihatkan adanya pola yang relatif konsisten dalam tiga tahap, yakni sebelum membaca, ketika membaca, dan setelah membaca.
Pada tahap awal, mahasiswa terlebih dahulu menetapkan tujuan membaca. Mereka kemudian melakukan peninjauan terhadap teks melalui judul, abstrak, daftar isi, maupun bagian penting lainnya. Pemilihan bahan bacaan juga disesuaikan dengan kebutuhan, seperti menyelesaikan tugas, menyusun esai, hingga mendukung penelitian skripsi.
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id
Ketika membaca berlangsung, strategi pendukung menjadi teknik yang paling banyak digunakan. Mahasiswa antara lain menandai informasi penting, membuat catatan, menerjemahkan istilah atau kosakata yang sulit, serta memvisualisasikan informasi dalam bacaan.
Strategi tersebut digunakan secara fleksibel bersama strategi pemecahan masalah, seperti membaca kembali bagian yang sulit dipahami. Mahasiswa juga menyesuaikan kecepatan membaca berdasarkan tingkat kesulitan dan tujuan yang hendak dicapai.
Sementara itu, setelah menyelesaikan bacaan, proses tidak berhenti begitu saja. Para partisipan melakukan evaluasi terhadap pemahamannya, antara lain dengan menjelaskan kembali isi bacaan menggunakan bahasa sendiri dan memastikan informasi yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan.
Bisa Diterapkan dalam Pembelajaran
Salah satu temuan penting penelitian ini adalah strategi membaca tidak digunakan secara terpisah. Mahasiswa dapat berpindah dari satu strategi ke strategi lainnya ketika cara yang digunakan sebelumnya belum menghasilkan pemahaman yang optimal.
Temuan tersebut dinilai memiliki implikasi bagi pembelajaran bahasa Inggris. Mahasiswa yang masih mengalami kesulitan memahami bacaan akademik dapat dilatih menggunakan strategi metakognitif secara bertahap dengan pendampingan dosen.
Publikasi ini sekaligus menjadi capaian akademik bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNISMA. Riset yang berawal dari karya ilmiah mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa penelitian di tingkat skripsi dapat dikembangkan menjadi artikel yang mampu menembus jurnal internasional bereputasi.(br1/adv)
SELENGKAPNYA TENTANG UNISMA BISA MENGUNJUNGI: www.unisma.ac.id