lingkaranberita.com, Penajam, 3 Juni 2025 – Langkah besar kembali diukir dalam sejarah pendidikan tinggi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Universitas Gunadarma meresmikan Gedung 2 kampus serta Masjid Kampus, yang ditandai secara simbolis oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, dalam sebuah seremoni akademik yang sarat makna.
Berlokasi di kompleks kampus Universitas Gunadarma PPU, peresmian ini tidak hanya memperkuat infrastruktur pendidikan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga menegaskan komitmen kolaboratif antara pemerintah daerah dan dunia akademik dalam menyiapkan generasi unggul Kalimantan Timur.
“Ini bukan sekadar gedung baru, melainkan fondasi baru bagi masa depan pendidikan, karakter, dan kompetensi putra-putri PPU,” tegas Bupati Mudyat Noor dalam sambutannya.
Sinergi Akademik dan Spiritual: Gedung Kuliah dan Masjid Sekaligus
Gedung 2 yang baru diresmikan memiliki lima lantai dengan luas masing-masing 800 meter persegi. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kegiatan perkuliahan yang lebih modern dan inklusif, serta akan menunjang berbagai program studi unggulan yang dimiliki Gunadarma.
Bersamaan dengan itu, Masjid Kampus yang terletak di lantai 4 Gedung 1 juga turut diresmikan. Masjid ini hadir sebagai pelengkap ruhani, menjadikan kampus sebagai ruang pembelajaran yang utuh—menjaga keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keimanan.
“Kami ingin mahasiswa Gunadarma tak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kokoh dalam akhlak,” kata Prof. Dr. Didin Mukodim, M.M., Wakil Rektor IV Universitas Gunadarma.
Dari Guru Besar Baru hingga Sumpah Dokter
Seremoni berlanjut dengan pengukuhan Prof. Ari Purwanti sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Akuntansi Manajemen, yang menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan tamu undangan. Di hari yang sama, tiga dokter baru dari Fakultas Kedokteran Universitas Gunadarma juga dilantik dan mengucap sumpah profesi sebagai bentuk dedikasi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
Komitmen Pendidikan Lokal: Beasiswa Nawasena Resmi Diluncurkan
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan tinggi lokal, Bupati Mudyat Noor juga mengumumkan program Beasiswa Nawasena. Program ini akan membiayai kuliah 100–150 mahasiswa asal PPU hingga delapan semester penuh, membuka peluang besar bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Tak berhenti di situ, Bupati juga tengah memperjuangkan skema beasiswa penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mahasiswa Gunadarma PPU. Hal ini sejalan dengan kualitas program studi di kampus tersebut yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan SDM di wilayah IKN.
“Universitas Gunadarma telah menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pembangunan IKN. Sudah seharusnya kita berikan dukungan penuh—bukan hanya fisik, tapi juga kebijakan,” ucap Bupati.
Gunadarma Siap Ekspansi ke Kawasan IKN
Prof. Didin juga mengungkapkan bahwa Universitas Gunadarma akan memperluas jangkauannya dengan membuka unit kampus di Kawasan IKN mulai 28 September 2025. Ini menjadi langkah strategis menyongsong masa depan kawasan tersebut sebagai pusat pemerintahan dan inovasi nasional.
Dengan delapan program studi berakreditasi unggul, Universitas Gunadarma di PPU telah menjelma menjadi simbol kebangkitan pendidikan tinggi lokal yang berdaya saing.
“Kami tak ingin anak-anak PPU menempuh pendidikan jauh ke luar daerah. Gunadarma hadir sebagai jawaban akan kebutuhan itu,” tandas Prof. Didin.
Penutup: Pendidikan Bukan Lagi Impian Jauh
Di akhir sambutannya, Bupati Mudyat Noor mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai tonggak perubahan. Menurutnya, hadirnya Gunadarma bukan hanya simbol kemajuan pendidikan, tetapi juga wujud nyata bahwa anak-anak PPU bisa belajar tinggi di tanah sendiri.
“Kampus ini adalah harapan yang kini menjadi nyata. Mari kita jaga dan manfaatkan untuk mencetak generasi PPU yang membanggakan,” pungkasnya.(adv/kominfoppu)