Lingkaranberita.com, Penajam, — Upaya memperkuat kesiapan menghadapi ancaman kebakaran di wilayah pesisir kembali digencarkan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini resmi membuka posko tanggap darurat baru di Kelurahan Jenebora, salah satu kawasan rawan insiden kebakaran di daerah tersebut.
Menariknya, posko ini tak dibangun dari nol, melainkan memanfaatkan bangunan eks fasilitas milik perusahaan pembiayaan BFI yang kini sudah tidak difungsikan. Lokasi ini dipilih karena dinilai strategis dan masih sangat layak digunakan untuk operasional.
“Kami optimalkan fasilitas yang sudah ada. Bangunannya masih kokoh dan letaknya sangat mendukung mobilitas tim kami dalam merespons kebakaran di Jenebora dan wilayah sekitarnya,” jelas Sonny Wijaya, Sekretaris Damkar PPU.
Keberadaan posko ini tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tapi juga memperkuat koordinasi antarposko Damkar yang berada di bawah komando markas induk (Mako) Damkar PPU. Sonny menegaskan bahwa keberadaan titik siaga baru ini diharapkan memangkas waktu tanggap dan mempercepat penanganan setiap laporan darurat.
Langkah ini juga dibarengi dengan evaluasi menyeluruh terhadap armada yang dimiliki. Damkar PPU mulai menarik sejumlah kendaraan pemadam lama yang dinilai sudah tidak layak beroperasi. Beberapa unit bahkan telah digunakan sejak tahun 2004 dan mengalami penurunan performa yang signifikan.
“Kami lakukan penataan ulang. Armada yang sudah tua dan rawan gangguan teknis akan ditarik ke Mako. Tujuannya tentu untuk menjaga keselamatan petugas dan efektivitas penanganan di lapangan,” terang Sonny.
Dengan pembukaan posko siaga Jenebora dan peremajaan armada, Damkar PPU menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan publik, terutama dalam hal kesiapsiagaan menghadapi kebakaran yang kerap mengancam wilayah tersebut. (adv/kominfoppu)